
Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) berinovasi menciptakan lingkungan hijau berkelanjutan melalui pengembangan kebun hidroponik dan penerapan ekonomi sirkuler. Program ini tidak hanya mempercantik lingkungan kampus, tetapi juga mengedukasi warga kampus tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Kebun hidroponik FEB UM mengusung metode tanam modern dengan menghasilkan sayuran seperti selada dan pakcoy. Kebun ini dilengkapi paranet sebagai pelindung tanaman dan akan dikembangkan lebih lanjut dengan penanaman menggunakan media polybag.
“Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Semua dapat berpartisipasi dalam upaya ini,” ujar Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si., selaku penggagas program kepada Tim Humas UM pada Sabtu (23/11). Menariknya, hasil panen sayur dari kebun hidroponik akan dijual, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Tak hanya itu, FEB juga mengimplementasikan ekonomi sirkuler melalui pengelolaan sampah organik. Sampah daun dan ranting diolah menjadi pupuk organik dengan bantuan mesin pencacah. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan sebagai media tanam di sekitar kebun hidroponik.
Program ini juga menghasilkan eco enzyme, cairan fermentasi limbah sayuran dan buah-buahan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi. Eco enzyme berfungsi sebagai pupuk cair yang mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga menciptakan sistem tanam yang ramah lingkungan.
Inovasi kebun hidroponik dan ekonomi sirkuler ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang Responsible Consumption and Production, yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan limbah, serta poin 13 tentang Climate Action, yang mendorong tindakan nyata terhadap perubahan iklim.
Dengan adanya program ini, FEB UM menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau dan edukatif. Selain berdampak positif pada lingkungan, program ini turut membangun kesadaran warga kampus akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pewarta: Meike Syafira Mahsa – Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
