
Trenggalek – Sorak semangat dan aroma kebersamaan menyelimuti Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, saat Festival Baritan digelar meriah pada Minggu (20/7). Festival adat tahunan yang kental akan nilai budaya dan spiritualitas ini semakin semarak berkat partisipasi aktif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM).
Festival Baritan merupakan tradisi turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen, keselamatan ternak, dan kesejahteraan warga. Nama Baritan berasal dari ungkapan bubar ngarit wiritan yang berarti berdoa setelah mencari rumput, mencerminkan keselarasan antara kerja keras dan spiritualitas masyarakat agraris.
Mahasiswa KKN UM turut menyemarakkan berbagai rangkaian kegiatan. Sejak hari-hari sebelumnya, mereka mengikuti selametan di Braksinto—salah satu titik tertinggi desa—serta berziarah ke makam leluhur bersama kepala desa. Mereka juga membantu warga mempersiapkan acara utama, mulai dari kerja bakti, mendekorasi panggung, hingga gladi seni pertunjukan.
Tak hanya itu, mahasiswa KKN UM juga membuka stan edukasi lingkungan. Mereka memperkenalkan tanaman stevia sebagai alternatif pemanis alami dan mempraktikkan penggunaan pipa biopori untuk konservasi air dan pengolahan sampah organik. Kedua inovasi ini sejalan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 (kesehatan), 6 (akses air bersih), dan 13 (penanganan perubahan iklim).

“Pengalaman mengikuti Festival Baritan ini sangat berkesan. Kami bisa langsung mengenalkan dan menyosialisasikan program kerja kepada masyarakat luas, tentunya dengan dukungan penuh dari pihak desa,” ujar Wildan, perwakilan KKN UM.
Festival Baritan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga ruang pelestarian budaya, edukasi masyarakat, dan penguat nilai-nilai gotong royong. Kehadiran mahasiswa UM menjadi jembatan kolaboratif antara dunia akademik dan kearifan lokal dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan di pedesaan.
Pewarta: Fatchur Rayyana Huda – Mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
