Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Focus Group Discussion (FGD) Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara: Etika Sosial dan Pendidikan memasuki sesi kedua

Universitas Negeri Malang (UM) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara: Etika Sosial dan Pendidikan”. Acara ini dilaksanakan pada 2 September 2024 di Aula Lantai 9, Graha Rektorat UM. Sesi kedua ini melanjutkan pembahasan mendalam mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam bidang pendidikan dan etika penyelenggara negara.

Pemateri pertama, Doni Koesoema, M.Ed., seorang tokoh pendidikan, membahas topik “Etika Publik Pejabat dan Penyelenggara Pendidikan”. Ia menyoroti isu-isu seperti gratifikasi dan plagiarisme yang masih sering terjadi di kalangan pejabat publik. “Integritas moral pejabat publik yang lemah dibarengi dengan tidak adanya infrastruktur moral kelembagaan,” ujar Doni.

Selanjutnya, Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Pendidikan dari Universitas Katolik Widya Mandala, memberikan presentasi daring mengenai “Pendidikan Menghadang Kerapuhan Etika Penyelenggaraan Negara dalam Berbangsa dan Bernegara”. Ia menekankan pentingnya kualitas pendidikan untuk memperkuat etika berbangsa dan bernegara. “Pendidikan jangan mengkhianati orang muda,” tegas Prof. Anita.

Prof. Masdar Hilmy, M.A., Ph.D., Pakar Sosiologi Politik, menyampaikan materi selanjutnya. Beliau menjelaskan bagaimana struktur sosial dapat menindas dan memberikan contoh buruk dalam praktik etika. Ia menyoroti budaya pragmatisme dan politik jalan pintas yang mengabaikan meritokrasi dan kompetensi. Menurutnya, perlu ada upaya untuk mempositifkan etika dalam pendidikan.

Dilanjutkan Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., Direktur Eksekutif Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau membahas peran Pancasila sebagai metode pendidikan untuk mengatasi kerapuhan etika. Yayah menjelaskan hasil riset yang menunjukkan rendahnya rasa empati di Indonesia dibandingkan negara lain. “Dengan kondisi saat ini, penelitian yang sama mungkin menunjukkan hasil yang konsisten bahkan lebih buruk,” ujar Yayah.

Sebagai narasumber, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. memaparkan materinya dalam FGD Kerapuhan Etika Penyelenggara Negara: Etika Sosial dan Pendidikan sesi kedua

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Rektor UM sekaligus menjadi narasumber dalam FGD, memaparkan materi terkait dengan “Etika Pendidikan, Pancasila sebagai Basis dan Orientasi Pendidikan”. Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam mengembangkan manusia Indonesia secara menyeluruh sesuai dengan tiga pilar prinsip pendidikan.

Pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Guru Besar Sosiologi Agama dari Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau membahas dampak kekuasaan terhadap etika pendidikan. Ia memberikan contoh pejabat publik yang terlibat kasus pidana, menyoroti perlunya refleksi etika yang lebih dalam.

Dengan pelaksanaan FGD ini diharapkan mampu membuka wawasan baru dalam memperjuangkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan untuk menghadapi kerapuhan etika dalam berbangsa dan bernegara.

Pewarta: Afgian Gala Mahiya Ikhsan – Internship Humas UM
Foto: Keisya Shafia Auliansyah – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it