Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang — Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah Forum Rapat Kerja Nasional MIPAnet yang digelar pada Senin (13/04) di Aula Graha Rektorat lantai 9. Kegiatan ini dihadiri para dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta tokoh penting pendidikan tinggi, di antaranya Sri Suning Kusumawardani selaku Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek.

Sebagai forum strategis nasional, Rapat Kerja MIPAnet menjadi wadah kolaborasi antar-FMIPA untuk membahas adaptabilitas, relevansi, serta kontribusi ilmu MIPA dalam menjawab berbagai isu nasional hingga global. Sekretaris Jenderal MIPAnet, Kuwat Triyana, menegaskan pentingnya transformasi peran ilmu MIPA agar lebih berdampak nyata.

“Saya ingin membawa MIPA lebih jauh dengan kegiatan yang tidak biasa dan mampu menyumbangkan ide luar biasa bagi negeri ini,” ujar Kuwat.

Namun demikian, Kuwat juga menyoroti masih terbatasnya kontribusi bidang MIPA dalam menghadapi dinamika global, termasuk konflik internasional. Ia bahkan mengungkapkan pesimismenya terhadap kemampuan MIPA dalam menghasilkan teknologi strategis.

“Di Indonesia banyak sekali sumber daya alam, seperti mineral, tetapi kita belum bisa mengolahnya secara optimal,” tegasnya.

Tak hanya itu, forum ini turut menghadirkan sesi sharing session bersama Hadi Nur, Guru Besar FMIPA UM, yang memaparkan praktik baik pengembangan kerja sama nasional dan internasional. Kolaborasi tersebut dinilai telah memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan institusi.

Menegaskan pentingnya kolaborasi, Budi S. Daryono, Dekan Fakultas Biologi UGM, menekankan bahwa hasil riset harus disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Penemuan yang dihasilkan harus dipublikasikan kepada khalayak agar tidak hanya berdampak pada satu kampus, tetapi seluruh Indonesia. Inilah pentingnya kolaborasi di MIPAnet,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, forum ini juga menyoroti aspek kesejahteraan sumber daya manusia di bidang MIPA. Dalam sesi khusus, Sri Suning Kusumawardani memaparkan kebijakan terkait pengembangan sumber daya, termasuk isu kesejahteraan dosen yang menjadi perhatian peserta.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar sistem penggajian (salary) dosen dan mekanisme pengembangannya di lingkungan pendidikan tinggi.

Pada akhirnya, forum ini menegaskan adanya dorongan kuat dari komunitas saintis untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Melalui MIPAnet, diharapkan kurikulum MIPA semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Saya berharap forum ini membuka wawasan para dekan agar lebih responsif terhadap isu nasional dan internasional, serta memperkuat kolaborasi ke depan,” pungkas Kuwat.

Pewarta: Zahra Medina Nur Alia – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it