Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Kuliah tamu bertema Fusion Food and Innovation Flavour bahas perpaduan bahan, teknik, dan tradisi budaya yang berbeda untuk menciptakan hidangan baru yang unik.

Malang – Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kuliah tamu bertema Fusion Food and Innovation Flavour pada Rabu (16/4) di Aula Gedung D7. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana, Kepala Laboratorium Departemen Teknologi Industri, pemateri, serta mahasiswa dari program studi terkait.

Theodora Elika Purba, Ketua Pelaksana, membuka kegiatan dengan harapan agar kuliah tamu ini menjadi sarana menimba ilmu, pengalaman, dan membangun jejaring baik di dalam maupun luar kampus. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam menjalin relasi lintas komunitas,” ujarnya.

Pemateri, Widha Ayu Rima Merdhika, M.Pd., menjelaskan konsep fusion food, yaitu perpaduan bahan, teknik, dan tradisi budaya yang berbeda untuk menciptakan hidangan baru yang unik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan cita rasa serta dasar pengetahuan yang kuat dalam inovasi kuliner ini. “Tidak ada batasan antara oriental dan kontinental selama rasa tetap harmonis,” ungkapnya.

Fusion food, lanjutnya, bukan sekadar mencampurkan bahan dari dua hidangan berbeda, melainkan memerlukan pemahaman mendalam mengenai bahan, teknik, dan budaya yang bersangkutan. “Inovasi ini dapat mendukung keberlanjutan dan memiliki dampak global,” tambahnya. Pendidikan kuliner menjadi kunci untuk memperluas wawasan tentang tradisi, bahan, dan teknik memasak.

Widha Ayu juga memaparkan manfaat fusion food, seperti menarik perhatian pasar, memperkenalkan berbagai kuliner dunia, dan membuka peluang bisnis baru. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam praktik ini adalah gramasi bahan. “Kesulitan ini bukan hambatan, melainkan tantangan untuk terus bereksperimen hingga menemukan rasa yang seimbang,” jelasnya.

Di akhir sesi, Widha Ayu memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mencintai dunia kuliner tanpa paksaan. “Sebagai pelaku kuliner, kita harus mengembangkan makanan dan budaya Indonesia agar mampu bersaing secara internasional dan memperkenalkan kekayaan budaya kita ke dunia,” tuturnya.

Kegiatan ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui inovasi fusion food, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam memajukan industri kuliner secara berkelanjutan.

Pewarta: Isabella Anjani – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it