Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi, S.P., M.Agr., (dua dari kiri) bersama Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin sejak 2019.

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek (Dispertapan Trenggalek) mempererat kolaborasi dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis varietas ubi jalar unggulan. Pertemuan berlangsung pada Jumat (9/5) di Graha Rektorat UM, lantai 6, Ruang LPPM.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi, S.P., M.Agr., dan Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin sejak 2019.

Prof. Markus menyatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen UM dalam memberikan solusi berbasis riset. “UM ingin menjadi pusat saintifik dan kewirausahaan dalam pengembangan komoditas lokal. Kerja sama ini merupakan langkah konkret menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kolaborasi, Dispertapan Trenggalek menyerahkan sejumlah varietas unggulan ubi jalar hasil inovasi petani lokal. Imam Nurhadi menambahkan, “Varietas ini akan diteliti lebih lanjut oleh tim UM untuk dikembangkan menjadi sumber pangan lokal yang diminati generasi muda.”

Ubi jalar dipilih karena keunggulannya, seperti perawatan minimal, ketahanan terhadap cuaca ekstrem, dan masa panen singkat. “Komoditas ini sangat potensial sebagai sumber pangan alternatif, terutama di tengah tantangan iklim dan keterbatasan lahan,” jelas Imam.

Kerja sama ini juga melibatkan mahasiswa UM dalam pengembangan produk olahan berbasis riset yang bernilai ekonomis dan bergizi tinggi. Selain itu, Trenggalek mendorong keterlibatan generasi muda untuk menciptakan regenerasi petani yang adaptif terhadap teknologi.

Kolaborasi UM dan Dispertapan Trenggalek selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 (Zero Hunger) dan poin ke-17 (Partnerships for the Goals). Inisiatif ini juga mendukung program nasional Swasembada Pangan, yang menekankan kerja sama lintas sektor dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Pewarta: Eka Dyah Febriyanti – Internship Humas UM
Foto: Wahyu Fajar Nugroho – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it