Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Peserta fokus menyimak: Kuliah tamu ini menjadi ajang bertukar pengetahuan sekaligus upaya peningkatan wawasan akademik bagi seluruh peserta.

Malang – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kuliah tamu internasional dengan menghadirkan tiga profesor dari Malaysia, yakni Prof. Dr. Mohad Anizu bin Mohd Nor dari UiTM Malaysia, Prof. Dr. Norlena Salamuddi, dan Prof. Dr. Mohd Taib bin Harun dari INTI International University. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/5) di Ruang Seminar Gedung C6 lantai 1 ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIK UM, Prof. Dr. Sapto Adi, M.Kes.

Hadir dalam acara ini para dosen, mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), serta mahasiswa S2 Pendidikan Olahraga (POR). Kuliah tamu ini menjadi ajang bertukar pengetahuan sekaligus upaya peningkatan wawasan akademik bagi seluruh peserta.

Prof. Dr. Mohad Anizu bin Mohd Nor membahas pentingnya visualisasi atau imagery sebagai teknik untuk meningkatkan performa atletik. Ia menjelaskan bahwa visualisasi, yang dikenal juga sebagai latihan mental, berperan dalam meningkatkan fokus, konsentrasi, serta ketahanan mental atlet. “Teknik ini membantu atlet mengelola kecemasan, memperkuat kepercayaan diri, dan meningkatkan performa fisik serta teknik atletik secara keseluruhan,” ujar Prof. Mohad Anizu.

Sementara itu, Prof. Dr. Norlena Salamuddi membahas era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini adalah menjembatani kesenjangan antara keterampilan yang diajarkan di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. “Pendidik harus mengembangkan keterampilan komunikasi, literasi digital, dan pemikiran kritis yang relevan dengan era VUCA,” tegasnya. Pendidikan jasmani dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan, adaptabilitas, dan kemampuan pengambilan keputusan pada peserta didik.

Dalam sesi berikutnya, Prof. Dr. Mohd Taib bin Harun mengupas pentingnya pendidikan luar ruang sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini, menurutnya, mampu mengintegrasikan ranah psikomotorik, kognitif, dan afektif melalui berbagai program seperti pendidikan petualangan, pembelajaran berbasis alam, hingga terapi luar ruang.

Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin keempat tentang pendidikan berkualitas, dengan mendorong inovasi pedagogis yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pewarta: Afina Khoirun Nisak – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it