
Malang – Warna-warni persahabatan dua bangsa mewarnai Graha Tumapel Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (24/10) dalam gelaran Pameran Seni Lukis Tiongkok–Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UM ini menjadi simbol harmonisasi budaya sekaligus refleksi hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok yang telah terjalin lebih dari tujuh dekade.
Pameran ini menampilkan puluhan karya lukis hasil kolaborasi seniman dari kedua negara. Tidak hanya lukisan, pengunjung juga disuguhi pertunjukan alat musik tradisional guzheng dan kegiatan interaktif menulis kaligrafi serta melukis langsung. Suasana hangat terpancar dari antusiasme pengunjung yang menikmati setiap goresan karya bertema persahabatan lintas budaya.
“Kami ingin memperlihatkan bagaimana seni menjadi bahasa universal yang menyatukan dua bangsa. Setiap lukisan memiliki kisah tentang hubungan, sejarah, dan harapan yang terus hidup,” ujar Kong Min, perwakilan Tiongkok dari Institut Parvisius UM. Ia menambahkan bahwa beberapa karya yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi dengan Asosiasi Koreografi dan Lukisan Indonesia serta Zhou Enlai and Deng Yingchao Memorial Museum di Tiongkok.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperingati eratnya hubungan diplomatik kedua negara sekaligus mengenang semangat kerja sama Asia–Afrika. “Melalui kegiatan ini, kita mengajak generasi muda memahami nilai solidaritas dan perdamaian antarbangsa,” tuturnya.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bahwa seni mampu melampaui batas bahasa dan geografis. Kolaborasi ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-16 tentang perdamaian dan keadilan, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan global. Dari setiap sapuan kuas, tersirat pesan keberlanjutan dan persatuan yang memperkuat hubungan dua bangsa dalam semangat perdamaian dunia.
Pewarta: Alfiatus Aulia Az Zahra – Internship Humas UM
Fotografer: Wahyu Fajar N. – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
