
Malang— Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan pelatihan daring bagi dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pelatihan ini berlangsung mulai 19 hingga 21 Agustus 2024 melalui Zoom dan diikuti dengan antusias oleh para dosen yang ingin memperdalam pemahaman serta memperkuat kemampuan mengajar mata kuliah tersebut.
Pada hari pertama, pelatihan menghadirkan tiga pemateri utama dengan latar belakang keahlian yang beragam. Drs. Pidekso Adi, M.Pd., selaku moderator dan Tim Pengembang Pusat Mata Kuliah Universiter (PMKU) sekaligus Koordinator MKU Pendidikan Bahasa Indonesia, membuka acara dengan menyampaikan pentingnya kegiatan ini. “Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa dosen UTM memiliki kompetensi yang kuat dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila dan konsep kewarganegaraan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Sesi pertama diisi oleh Dr. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum., dosen Departemen Sejarah UM, yang memaparkan materi tentang Sejarah Kelahiran dan Pokok-Pokok Pikiran Pancasila. Dr. Dewa menekankan pentingnya memahami konteks historis kelahiran Pancasila untuk mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Pancasila bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pemikiran dan perjuangan tokoh bangsa,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengajaran Pancasila harus menanamkan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap ideologi ini.
Materi kedua dibawakan oleh Dr. Ahmad, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Mata Kuliah Universiter UM, yang membahas Manajemen Mata Kuliah Universiter di UM. Dr. Ahmad menyoroti pentingnya pengelolaan yang efektif dalam penyelenggaraan mata kuliah universiter, termasuk Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. “Manajemen yang baik akan memastikan kualitas pengajaran yang konsisten dan relevan, serta berdampak positif pada pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diajarkan,” ujarnya.

Sesi terakhir dipandu oleh Dr. Didik Sukriono, S.H., M.Hum., yang mengangkat tema Kedudukan dan Isu Strategis Pancasila sebagai Dasar Negara. Dr. Didik menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai dasar negara, terutama di tengah pengaruh ideologi asing. “Di tengah gempuran ideologi asing, kita harus memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya Pendidikan Pancasila yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi aslinya.

Pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satu dosen UTM, Muhammad Alkirom Wildan, menyatakan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih siap dalam mengajar Pancasila. “Setelah mendengar penjelasan dari para pakar, saya merasa lebih yakin dalam mengajar Pancasila,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya sesi hari pertama ini, para dosen UTM diharapkan semakin termotivasi untuk menerapkan dan mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan kepada generasi muda. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai peningkatan kompetensi, tetapi juga sebagai upaya kolektif untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) yang mendorong pendidikan berkualitas dan inklusif.
Pewarta: Paundra Wangsa Fajar Kusuma – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
