
Malang – Menggetarkan ruang batin peserta, gelar wicara inspiratif bertajuk “Setegar Pelukan Ibu: Cerita, Luka, dan Harapan” dihelat mahasiswa peminatan Jurnalistik S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2023 pada Selasa (9/12). Acara yang berlangsung di ruang AVA D14 Fakultas Sastra UM ini menghadirkan kisah penuh emosi tentang ketangguhan seorang ibu melalui perspektif jurnalisme humanis.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pemenuhan tugas akademik, tetapi dihadirkan sebagai momentum reflektif menjelang Hari Ibu. Peserta diajak menyelami perjalanan seorang ibu—dari kasih dan pengorbanan hingga luka yang kerap tersembunyi di balik ketegaran mereka. Ruang diskusi ini menjadi wadah untuk memahami kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam lingkup keluarga dan sosial.
Empat narasumber dihadirkan untuk memperkaya sudut pandang diskusi, yakni Sri Rahayu (Founder Komunitas Pejuang Mimpi), Lutfiah Amilah (Ibu dari Echa, model disabilitas), Enny Umronah (Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Bapas Malang Kelas IA), dan Nabila Amelia (Jurnalis Radar Malang). Mereka berbagi pengalaman tentang perjuangan perempuan, ketahanan keluarga, hingga urgensi jurnalisme empatik dalam menyuarakan isu kemanusiaan.
Dalam penyampaiannya, Sri Rahayu menekankan pentingnya rasa syukur dan kepekaan sosial. “Kita harus mensyukuri nikmat Tuhan yang kita terima. Kita boleh berharap lebih, tetapi jangan lupa melihat kondisi sekitar kita. Ketika lingkungan kita gelap, maka kitalah yang harus menjadi penerangnya,” ujarnya.
Melalui gelar wicara ini, mahasiswa berharap dapat memperluas empati dan solidaritas terhadap peran ibu dalam kehidupan sosial. Upaya ini sekaligus sejalan dengan SDGs poin 5: Kesetaraan Gender, terutama dalam mendorong ruang refleksi dan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan praktik jurnalisme humanis.
Pewarta: Alfiatus Aulia Az Zahra – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
