Malang — Ikatan Alumni Universitas Negeri Malang (IKA UM) terus mendorong penguatan kualitas dan peran guru dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Di tengah masifnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) IKA UM menggelar diskusi bertajuk “Webinar Akselerasi Profesionalisme Guru di Era AI: Guru Berdaya, Pembelajaran Bermakna”. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu (17/01) ini menjadi wujud komitmen IKA UM dalam mendukung peningkatan kompetensi guru di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, IKA UM menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang pendidikan. Mereka yakni Alumni Pascasarjana UM sekaligus Guru SMKN 1 Boyolangu Ary Sunaryo, S.T., M.Pd.; Alumni Fakultas Sastra UM dan Guru Bahasa Indonesia serta Hubungan Internasional Surabaya Intercultural School Pipit Andriani, S.Pd., S.S., M.H.; serta Professional Soft Skill Trainer Rian Priyo Hardi, S.Pd., CT.NNLP.
Ketiganya membahas dampak AI terhadap budaya pendidikan Indonesia dan strategi guru dalam menyikapinya secara profesional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IKA UM Prof. Dr. Suparno menegaskan komitmen organisasi alumni untuk terus memberdayakan insan pendidikan.
“Ikatan Alumni UM senantiasa ingin memberdayakan segala hal baru yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menanggapi maraknya penggunaan AI oleh siswa yang dinilai kurang tepat, Pipit Andriani mengingatkan pentingnya peran guru dalam menjaga capaian kompetensi.
“AI itu seperti kalkulator. Kita menggunakannya bukan karena tidak bisa menghitung, tetapi untuk menghemat waktu. Guru tetap harus mengajarkan kompetensi, dan siswa tetap harus belajar sesuai target,” tegasnya.
Sementara itu, Ary Sunaryo menjelaskan bahwa guru perlu mengarahkan pemanfaatan AI melalui pembelajaran mendalam. Praktik langsung bersama siswa dinilai efektif, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pada platform AI.
Sebagai penutup, Rian Priyo Hardi menekankan kemampuan manusia dalam memilih respons terbaik di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, optimalisasi fungsi otak neokorteks memungkinkan guru tetap kreatif dan profesional. Hal ini sejalan dengan upaya IKA UM dalam mendukung guru menghadapi tantangan pendidikan di era AI secara adaptif dan bermakna.
Pewarta: Silvia Manayatul Azizah – Mahasiswa Fakultas Sastra UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
