Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Selama dua hari, mahasiswa UM terlibat dalam diskusi interaktif, lokakarya praktis, dan bertemu langsung dengan pakar internasional. Salah satu sesi utama bertajuk From Net Zero to Net Positive: The Case for Regenerative Climate-Action

Kent Ridge – Membangun masa depan Asia yang lebih hijau dan berkelanjutan, delapan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) terpilih mengikuti Regen Asia Summit (RAS) 2025 di National University of Singapore (NUS) pada Jumat – Sabtu (4-5/7).

Mereka adalah Almira Syaqila Mayndie Chayara dan Najwa Wintang Wicaksono (S1 Bioteknologi), Msy. Haura Kaiyyisah Zhafirah dan Lintang Nirmalasari Gemalochaya Manggolono (S1 Kedokteran), Alanis Nadiyah Nabilah (S1 Pendidikan Kimia), Aulia Triana Devi dan Auliya Maulida Kasana (S1 Pendidikan Biologi), serta Muhamad Rizky (S1 Bahasa dan Sastra Inggris).

Program ini bertujuan mempertemukan generasi muda Asia, khususnya mahasiswa dan calon pemimpin masa depan, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem yang ramah lingkungan. RAS menyoroti isu strategis terkait Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan 17 (Kemitraan).

“Acara ini membantu saya memahami bagaimana peran anak muda dalam mendorong ekosistem berkelanjutan,” ujar Najwa Wintang.

Selama dua hari, peserta terlibat dalam diskusi interaktif, lokakarya praktis, dan bertemu langsung dengan pakar internasional. Salah satu sesi utama bertajuk From Net Zero to Net Positive: The Case for Regenerative Climate-Action membahas strategi masa depan dalam menghadapi perubahan iklim, memulihkan ekosistem, dan mereformulasi nilai ekonomi.

Peserta juga mengikuti sesi System Thinking: Restoring Ecosystems Through Reforestation & Wildlife Conservation yang mengajak menyusun peta masalah hingga solusi konkret memulihkan hutan dan satwa liar.

Selain itu, sesi Fork to Future: Reimagining Food for a Regenerative World membahas inovasi pangan regeneratif yang ramah lingkungan, diisi William Wei Ning Chen (Nanyang Technological University) dan Kwan Lui (At-Sunrice GlobalChef Academy).

Program ini menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, berpikir kreatif, dan membangun jejaring kolaborasi lintas budaya demi keberlanjutan Asia. Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam, menegaskan, “Regenerasi bumi butuh kolaborasi lintas bangsa, lintas generasi.”

Kehadiran mahasiswa UM dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata peran kampus berdampak dalam mendorong generasi muda berkontribusi bagi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it