Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Pertandingan voli pantai dalam kompetisi Asean University Games (AUG) 2024 semakin memanas. Beberapa negara telah tereliminasi, menyisakan para pejuang yang memiliki ketangguhan sepadan. Para atlet mengerahkan sepenuh tenaga dan usaha dalam perhelatan akbar hari ini. Universitas Negeri Malang (UM) sebagai tuan rumah yang menjadi saksi tim Filiphina dan Thailand saling merebutkan tiket menuju final pada Jumat (05/07). Setelah melakukan pertandingan yang cukup sengit, Thailand berhasil merebut tiket final melawan Indonesia pada Sabtu (06/07) mendatang.

International Technical Official (ITO) asal Malaysia, Muhammad Amirul memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada tim putra 1 Indonesia yang sangat kuat dan antusias menantikan pertandingan final Indonesia melawan Thailand.  “Tuan rumah Indonesia sangat kuat, mereka bermain dengan enjoy. Pertandingan besok sangatlah seru karena menjadi penentuan antara kedua negara yang memiliki level yang sama yaitu Indonesia dan Thailand,” paparnya. 

Sejalan dengan Amirul, wasit internasional asal Indonesia Totok Suryawan juga menyampaikan bahwa pertandingan hari ini cukup menarik  sebab mereka bermain dengan enjoy. “Mereka bermain dengan skill yang seimbang dan sama-sama kuat. Pertandingan ini menjadi menarik karena pada dasarnya mereka sudah pernah bertemu di beberapa laga sebelumnya dan sudah paham dengan teknik permainan lawan. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah permainan ini merupakan permainan beregu jadi mereka bisa mengatur strategi,” paparnya dalam sesi wawancara bersama Humas UM. 

Totok juga menyampaikan bahwa kontingen Indonesia mampu bersaing secara seimbang atau bahkan lebih dari lawan. Menurut Totok, tim putra 1 merupakan tim yang sudah tergabung dalam pelatnas dan memiliki jam terbang tinggi. Sedangkan untuk tim putra 2 dan tim putri memiliki kemampuan sejajar dengan musuh. Kendati demikian, tim putra 2 dan tim putri terus mengerahkan kemampuan dan usahanya yang terbaik. 

Menariknya, pertandingan final akan menjadi golden match. Golden match adalah kondisi dimana kedua negara yang bertanding menurunkan para atlet tidak sesuai plotingan tim namun sesuai skill ke dalam pertandingan. Dengan kata lain, negara bebas memilih atlet yang akan bertanding di final. Maka dari itu, menjadi peluang bagi tim putra 1 indonesia membantu tim putra 2 dalam meraih medali emas. Totok berpesan kepada seluruh atlet Indonesia untuk terus maju dan berkembang dengan menambah jam terbang. 

“Saran dan masukan bagi tim Indonesia adalah perbanyak jam terbang. Karena pada dasarnya semua pemain dan pelatih tekniknya sama, tapi jam terbang sangat berpengaruh dalam mengasah  dan membentuk mental. Untuk tim putra 1 apabila terus mengikuti world tour dan bertemu Jepang, China dan negara-negara Eropa  mereka akan sukses di kancah Asia bahkan dunia,” pungkasnya. 

Di akhir wawancara Totok menyampaikan bahwa ia yakin dengan usaha pemain dan profesionalitas coach dan wasit pertandingan akan berjalan dengan lancar dan fair

Pewarta: Inayah Amalia Taufani-Internship Humas UM
Editor : Suhardi

Share it