
Malang – Jelita Lestari, sebuah platform jurnal online berbasis lesson study yang dibentuk pada 18 Juli 2024, kini diperkenalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembimbingan bagi guru pamong dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Inovasi dari Universitas Negeri Malang (UM) ini dirancang untuk menciptakan sistem pembimbingan yang lebih terstruktur dan kolaboratif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pedagogis calon guru.
Platform Jelita Lestari menyediakan ruang bagi guru pamong untuk merekam, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajaran mahasiswa. Selain itu, guru pamong dapat menuliskan hasil lesson study dalam bentuk artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan, mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan praktik pendidikan. “Kami ingin mengintegrasikan proses bimbingan yang lebih terstruktur agar kualitas pembimbingan dapat meningkat,” kata Prof. Dr. Ibrohim, M.Si., ketua tim pengembang platform ini.
Inovasi ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki pembimbingan PPL yang selama ini masih bervariasi kualitasnya. Berdasarkan kajian UM di sekolah mitra, banyak guru pamong yang kesulitan dalam memberikan bimbingan efektif, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran. Dengan adanya Jelita Lestari, proses bimbingan diharapkan lebih sistematis dan terdokumentasi dengan baik, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu “Pendidikan Berkualitas.”
Platform ini juga dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara guru pamong, dosen pembimbing, dan mahasiswa. “Dengan Jelita Lestari, kami ingin menciptakan standar baru dalam pembimbingan PPL,” tambah Prof. Ibrohim. Transparansi dan keterarahan dalam proses pembimbingan menjadi salah satu keunggulan utama dari platform ini.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, Jelita Lestari memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di institusi pendidikan lain di Indonesia. “Harapan kami, platform ini akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru di Indonesia,” pungkas Prof. Ibrohim.
Pewarta: Maya Umi H. – Mahasiswa UM
