Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
ICTEME 2025 menjadi forum global untuk mengembangkan sistem pendidikan berbasis STEAM yang inklusif.

Malang – Sebagai upaya memperkokoh World Class University (WCU), International Conference on Inclusive STEAM Education (ICTEME) 2025 digelar oleh Universitas Negeri Malang (UM). Dengan tema “STEAM Education for All,” konferensi ini berlangsung pada Selasa-Rabu (18–19/2) di Aula Graha Rektorat UM lt 9.

Acara ini melibatkan kolaborasi dari 15 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Latvia, Mongolia, Timor Leste, Australia, Uzbekistan, India, Fiji, Yordania, Pakistan, dan Inggris. ICTEME menjadi forum global untuk mengembangkan sistem pendidikan berbasis science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM) yang inklusif.

Ketua Pelaksana ICTEME, Ediyanto, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa partisipasi dari berbagai negara dengan latar belakang geografis dan status ekonomi berbeda menunjukkan inklusivitas konferensi ini. “Saat ini, kami memiliki 246 anggota dari berbagai negara,” ujarnya.

Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar terhadap prospek konferensi ini. “Dengan partisipasi 40 universitas dari 15 negara secara online dan offline, prospek prosiding internasional dalam bidang sains sangat cerah,” tuturnya sebelum membuka acara secara simbolis.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan do’a bersama, foto bersama, dan penampilan tari Topeng Bapang, budaya otentik Malang. Kegiatan ini memperkuat pesan konferensi tentang pentingnya integrasi antara pendidikan modern dan kearifan lokal.

Pada sesi keynote speaker, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., Dekan FMIPA UM, membahas topik “STEAM on Science Education”. Menurutnya, pembelajaran berbasis STEAM mampu menghubungkan pendidikan dengan komunitas, industri, dan perusahaan global. “Dengan STEAM, siswa dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia kerja setelah lulus,” ujarnya.

Selain itu, konferensi menghadirkan plenary speakers dari berbagai institusi ternama, di antaranya Prof. Dr. Jualang Azlan Gansau dari Universiti Malaysia Sabah, Prof. Dr. Asep Sunandar, M.A.P. dari Kemenko PMK, Prof. Dr. Feruza Kadirova dari Chircik State Pedagogical University, dan Dr. Jun S. Camara dari Pangasinan State University.

ICTEME 2025 menjadi bukti nyata komitmen UM dalam mendukung poin keempat dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu “Quality Education”. Konferensi ini juga relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mendorong transformasi pendidikan global.

Pewarta: Adam Gunawan – Internship Humas UM
Foto & Video: Afina Khoirunnisa – Mahasiswa Fakultas Sastra UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it