Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
International STEM Exhibition Camp for Junior Scientist 2025 bukan sekadar pameran, tetapi wujud nyata komitmen UM dalam memajukan pendidikan.

Malang – Sains bukan lagi hal membosankan. Pesan itulah yang ingin disampaikan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) saat menggelar International STEM Exhibition Camp for Junior Scientist 2025 di Aula Lantai 9 GKB A20, Rabu (16/7/2025).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta, mulai dari siswa SMP di Kota Malang dan Kediri, mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM), hingga mahasiswa UM. Kolaborasi tahunan UM bersama UTM ini menghadirkan konsep berbeda dengan melibatkan langsung siswa SMP dalam berbagai eksperimen sains.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi wujud nyata komitmen UM dalam memajukan pendidikan STEM,” ujar Erni Yulianti, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Ketua Pelaksana kegiatan. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan sains yang seru dan interaktif sejak dini.

Menurut Erni, tingginya antusias siswa yang hadir menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki rasa ingin tahu besar terhadap sains. “Kami yakin mereka kelak tumbuh menjadi peneliti dan inovator teknologi masa depan,” imbuhnya.

Sebanyak 10 booth station dikelola mahasiswa UM dan UTM, menyuguhkan berbagai eksperimen menarik. Salah satunya Arduino Lab Activity, tempat siswa merakit sirkuit sederhana dan memprogram sensor suhu. Ada pula Optic Explorer yang menyajikan permainan edukatif tentang sifat cahaya.

Wakil Dekan III FMIPA UM, Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si., berharap kegiatan ini memantik semangat belajar sains generasi muda. “Saya harap ini meningkatkan minat mereka terhadap sains,” ujarnya.

Diharapkan kegiatan International STEM Exhibition Camp for Junior Scientist 2025 ini memantik semangat belajar sains generasi muda

Lalu Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., menekankan pentingnya memperkenalkan teknologi sejak dini. “STEM penting agar siswa siap menghadapi perkembangan global,” tuturnya.

Sementara itu Dosen UTM, Dr. Nor Farahwahidah Abdul Rahman, menambahkan, “Saya harap kerjasama UM dan UTM ini semakin memopulerkan STEM dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu memastikan pendidikan berkualitas dan mendukung inovasi bagi generasi muda.

Pewarta: Adam Gunawan – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it