Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Mohammad Andryan saat menjawab pertanyaan Dewan Juri Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn. (dua dari kiri) dan Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.

Malang— Gelaran hari kedua Ormawa dan Entrepreneur Day (OREN) 2024 di Central Park Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) berlangsung meriah pada Kamis (19/09). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM ini menghadirkan berbagai produk kreatif mahasiswa, salah satunya Javaverse, sebuah brand pakaian inovatif yang memanfaatkan teknologi QR Code Identity, pertama di dunia.

Di balik inovasi ini, terdapat Mohammad Andryan, mahasiswa S1 Teknik Informatika Fakultas Teknik UM. “Ide Javaverse sudah ada sejak semester 1, dan semakin matang ketika saya mengikuti mata kuliah Manajemen Inovasi. Kami kemudian mengembangkan fitur QR Code menjadi QR Identity,” ujar Andryan saat diwawancarai oleh Tim Humas UM.

Nama Javaverse merupakan perpaduan antara Java, yang merujuk pada Jawa, dan verse, yang berarti dunia atau komunitas. “Kami ingin melestarikan dan mempromosikan budaya Jawa melalui produk ini, terutama kepada generasi muda yang semakin jauh dari identitas budayanya,” tambahnya.

Produk Javaverse kini dapat dipesan melalui sistem pre-order, dengan rencana legalisasi dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke depannya. Tidak hanya berfokus pada bisnis, Javaverse juga menjadi media untuk revitalisasi budaya. “Kami ingin budaya Jawa dan Indonesia lebih dikenal di dunia sekaligus memberikan dampak ekonomi,” jelas Andryan.

Keunikan lain dari produk ini adalah teknologi QR Code yang terenkripsi dan hanya bisa dibaca melalui aplikasi Javaverse, menjaga privasi pengguna. “Pembeli bisa memilih untuk menggunakan QR atau tidak,” tambahnya.

Dalam sesi penjurian, Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd., menyarankan agar produk ini dijual di segmen premium. “Dengan bahan katun premium lokal dan fitur QR Identity, produk ini layak masuk pasar premium,” ujarnya. Sementara itu, Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., menyarankan penambahan elemen budaya dalam desain untuk menambah daya tarik.

Inovasi Javaverse mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 11 tentang pelestarian budaya. Produk ini tidak hanya berpotensi di pasar lokal tetapi juga di kancah internasional.

Pewarta: Paundra Wangsa Fajar Kusuma – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it