
Malang. Munculnya virus corona mengharuskan proses pembelajaran dilakukan dengan online agar tidak banyak yang terpapar. Pelaksanaan pembelajaran online juga akhir-akhir ini banyak diteliti salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Ali Ma’sum, S.Pd.,M.A. dkk yang mengambil judul: Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Online di Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Hasil penelitian tersebut didesiminasikan dalam bentuk seminar nasional yang bertajuk “Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Online di Perguruan Tinggi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (12/11/2020) melalui zoom meeting. Peserta yang berpartisipasi dalam sedaring ini sejumlah 300 orang baik dari dosen maupun guru bahasa Arab.

Pemateri yang dihadirkan dalam seminar tersebut adalah Dr. Hanik Mahliatussikah, M.Hum (Ketua Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang), Dr. Nur Hasan, M.Ed (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab Unisma), Ahmad Fatoni, Lc.,M.Ag (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab UMM), dan Agung Prasetiyo, M.Pd (Dosen Bahasa Arab UIN Malang).
Dalam acara pembukaan, Ali Ma’sum, S.Pd., M.A. selaku ketua panitia sekaligus ketua tim peneliti menyampaikan bahwa selain kegiatan ilmiah juga sebagai Focus Group Disscusion (FGD) hasil Penelitian kerjasama Perguruan Tinggi Dalam Negeri, yaitu kerjasama antara Prodi Bahasa Arab UM dengan prodi Bahasa Arab UIN Malang, Unisma, dan UMM.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Sastra UM – Dr. Primardiana H.W., M.Pd. dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim peneliti yang melaksakan desiminasi hasil penelitian kerjasama perguruan tinggi dalam negeri dan juga kepada para narasumber yang menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk FGD penelitian kerjasama karena bisa memperkuat juga program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).
Sesi pertama materi disampaikan oleh Dr. Hanik Mahliatussikah, M.Hum. Beliau lebih banyak memaparkan konsep pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning, macam-macam e-learning, tujuan pembelajaran dengan e-learning, manfaat e-learning, aplikasi yang digunakan dalam e-learning dan program e-elarning yang digunakan di UM, yaitu Sistem Pengelolaan Pembelajaran (sipejar).

Materi yang kedua membahas tentang Pembelajaran Bahasa Arab Online di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Presentasi ini disampaikan oleh Agung Prasetiyo, M.Pd. Pada paparannya beliau menyampaikan kebijakan pelaksanaan pembelajaran daring di UIN Malang, aktivitas pembelajaran, pembelajaran bahasa Arab online di UIN Malang, dan aplikasi pendukung proses pembelajaran bahasa Arab.
Paparan ketiga disampaikan oleh Dr. Nur Hasan, M.Ed. Beliau mengambil menulis tentang impelemntasi pembelajaran online di Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Malang. Menurutnya bahwa unsur-unsur pembelajaran berbasis e-learning dalam pembelajaran bahasa Arab itu adalah guru, materi, pebelajar, dan peranan kampus. Pembelajaran bahasa Arab berbasis e-learning di Unisma bisa diakses melalui daring.unisma.ac.id.
Sesi keempat disampaikan oleh Ahmad Fatoni, Lc.,M.Ag. Beliau mengangkat tema pembelajaran daring Prodi Pendidikan Bahasa Arab UMM. Tulisan tersebut dilatarbelakangi karena adanya pandemic covid-19, adanya Peraturan Rektor UMM No. 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Blended Learning, dan adanya rekognisi internasional. E-learning yang digunakan di UMM adalah ELMU.
Penamaan ELMU diambil dari cara pelafalan orang jawa terhadap kata ilmu. kata ini bisa juga disebut ngelmu yang berarti orang yang memiliki ilmu. Platform LMS Moodle dengan nama ELMU ini diharapkan menjadi sumber ilmu dan rujukan dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh siapapun baik oleh akademisi di lingkungan UMM maupun akademisi di manapun berada, paparnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi yang positif dari para peserta, ini dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya dan memberikan komentar pada kegiatan tersebut. Dan peserta berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan lagi agar kompetensi guru bahasa Arab bertambah.
Pewarta: Dr. Mohammad Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd.
