Malang — Universitas Negeri Malang (UM) resmi melepas 45 calon jemaah haji tahun 2026 dalam sebuah seremoni khidmat di Ruang Sidang Senat, Graha Rektorat Lantai 9, Kamis (16/4). Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol dukungan spiritual dan kebersamaan sivitas akademika dalam mengantarkan tamu Allah menuju Tanah Suci.
Acara pelepasan yang difasilitasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Falah UM ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus KBIHU, serta sivitas akademika. Sebanyak 45 calon jemaah sebelumnya telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik sebagai bekal menjalankan ibadah haji secara optimal.
Kepala UPT Laboratorium Pendidikan Agama UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian universitas terhadap masyarakat. Ia menilai pelepasan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar kolektif untuk mendoakan kelancaran ibadah para jemaah.
“Pelepasan calon jemaah haji ini adalah salah satu ikhtiar yang dilakukan UM untuk melepas sekaligus mendoakan para calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2026,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan universitas yang telah memberikan ruang dan fasilitas, sehingga para jemaah memperoleh bekal spiritual yang lebih kuat sebelum keberangkatan.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Usaha UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji menuntut kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga kondisi tubuh yang prima.
“Yang terpenting adalah berangkat dengan selamat, sehat, pulang dengan selamat, dan semoga semuanya memperoleh haji yang mabrur,” tuturnya.
Ia juga mengajak para jemaah untuk memanfaatkan momentum di Tanah Suci dengan memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kemajuan institusi dan masyarakat luas.
Di sisi lain, perwakilan jemaah, Gembong Wiyono, mengungkapkan rasa syukur atas pendampingan yang diberikan selama proses manasik. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang memperkuat kesiapan lahir dan batin.
“Kami merasa sangat terbantu dengan bimbingan yang diberikan. Tidak hanya materi manasik, tetapi juga suasana kebersamaan yang membuat kami lebih siap secara lahir dan batin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bimbingan yang dijalani tidak hanya memperdalam pemahaman tata cara ibadah haji, tetapi juga membangun solidaritas antarsesama calon jemaah.
Suasana emosional semakin terasa saat doa bersama dipanjatkan oleh seluruh hadirin. Momen tersebut menjadi penegas komitmen UM dalam mendukung pelaksanaan rukun Islam kelima bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UM berharap seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, serta meraih predikat haji mabrur.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Good Health and Well-being) melalui penekanan pada kesiapan fisik dan mental jemaah, serta poin 4 (Quality Education) melalui edukasi manasik haji yang komprehensif.
Pewarta: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
Fotografer: Lingga Guritno – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
