Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (FV UM) menghadirkan Vocational Inter-Cultural Camp (VICC) 2026 sebagai wadah kolaborasi mahasiswa internasional untuk memperkuat pengalaman global dan interaksi lintas budaya di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Program pertukaran budaya tahunan yang berlangsung pada 7–14 Mei 2026 tersebut melibatkan mahasiswa dari Malaysia dan Jepang melalui rangkaian kegiatan akademik, budaya, hingga pengabdian masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–14 Mei 2026 itu melibatkan mahasiswa dari Malaysia dan Jepang melalui rangkaian aktivitas akademik, budaya, hingga pengabdian masyarakat. Tahun ini, VICC mengangkat tema Integrating AI for Impact dengan fokus utama Staying Human in the Era of AI.

Dosen Program Studi D4 Akuntansi Fakultas Vokasi UM sekaligus person in charge VICC 2026, Meirna Puspita Permatasari, S.E., M.Ak., mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengingatkan mahasiswa bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia.

“VICC adalah kegiatan tahunan Fakultas Vokasi yang menghadirkan mahasiswa dari berbagai universitas dan negara untuk belajar bersama melalui aktivitas akademik maupun interaksi budaya,” ujarnya.

Menurut Meirna, VICC dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan mahasiswa lintas negara dalam suasana kolaboratif dan interaktif.

“Kami ingin peserta menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat digantikan oleh AI, seperti interaksi manusia, pengalaman langsung, dan keterlibatan emosional,” jelasnya.

Sebanyak 31 peserta internasional mengikuti program tersebut. Delegasi berasal dari Management and Science University, College Community Batu Gajah, dan National Institute of Technology Kagoshima. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Universiti Teknologi Malaysia.

Meirna menuturkan, kerja sama VICC diprioritaskan bersama institusi mitra yang telah menjalin kolaborasi resmi dengan UM. Sebelumnya, mahasiswa UM juga mengikuti program serupa di Malaysia dan dalam waktu dekat direncanakan menjalani mobilitas mahasiswa ke Jepang.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti kuliah tamu, diskusi akademik, dan eksplorasi budaya di berbagai lokasi di Malang Raya. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke Kebun Teh Wonosari, factory tour, lokakarya sejarah dan praktik membatik, eksplorasi kawasan heritage Kayutangan, hingga kunjungan ke Ruang Belajar Aqil dan sejumlah UMKM lokal.

Peserta juga menjalankan kegiatan community service di SMP Negeri 4 Satu Atap Singosari dengan mengenalkan permainan tradisional dari negara masing-masing kepada siswa sekolah.

“Kegiatan permainan tradisional dipilih agar peserta dan siswa dapat berinteraksi secara langsung dan lebih dekat. Anak-anak juga mendapat wawasan baru tentang budaya permainan dari negara lain,” kata Meirna.

Sebagai bagian dari penguatan pengalaman budaya global, peserta turut menghadiri Asian Student Fashion Week Grand Show dengan mengenakan pakaian tradisional dari negara masing-masing.

Melalui VICC 2026, Fakultas Vokasi UM berharap mahasiswa mampu memperluas perspektif internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring global untuk mendukung pengembangan akademik dan profesional.

Program ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-10 mengenai pengurangan kesenjangan melalui kolaborasi internasional, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Fotografer: Abdul Aziz Tri Nugroho – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it