Malang – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat langkah internasionalisasinya melalui penjalinan kemitraan strategis dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan pelaksanaan guest lecture di Johor Bahru, Malaysia, pada 11–12 Juni 2026. Kegiatan yang dihadiri langsung Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., ini menjadi bagian dari strategi universitas dalam memperluas jejaring kerja sama global di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran sivitas akademika.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran sivitas akademika. Selain mempererat hubungan kelembagaan, agenda ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
“Kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mengembangkan berbagai program akademik dan riset bersama yang memberikan manfaat bagi dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Kami berharap kemitraan ini dapat menghasilkan berbagai inovasi dan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi landasan formal bagi pengembangan program bersama yang mencakup pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, hingga pengembangan program akademik kolaboratif. Kehadiran delegasi UM secara langsung juga dinilai penting untuk memperkuat komunikasi kelembagaan dan membangun kepercayaan dengan mitra internasional.
Tidak hanya menandatangani kesepakatan kerja sama, Prof. Hariyono juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam kegiatan guest lecture yang diselenggarakan Faculty of Science UTM. Dalam kuliah tamu tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk Beyond Colonial Boundaries: Reweaving Historical Connections for Regional Advancement yang mengangkat pentingnya perspektif sejarah dan budaya dalam membangun kolaborasi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui forum akademik tersebut, sivitas akademika kedua institusi memperoleh ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan keilmuan, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi lintas disiplin yang dapat diwujudkan pada masa mendatang.
Bagi UM, kerja sama dengan UTM diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi internasional institusi. Sementara bagi akademisi dan peneliti, kemitraan ini membuka peluang pelaksanaan riset bersama, publikasi kolaboratif, serta pengembangan inovasi yang lebih kompetitif di tingkat global.
Mahasiswa juga berpotensi memperoleh manfaat melalui terbukanya akses terhadap berbagai program internasional, seperti pertukaran pelajar, short-term program, dan kegiatan akademik bersama yang mendukung peningkatan kompetensi global serta pengalaman belajar lintas budaya.
Sebagai tindak lanjut, UM akan melakukan koordinasi lanjutan dengan UTM untuk menyusun program kerja konkret, termasuk pengembangan dokumen turunan kerja sama, pelaksanaan program akademik bersama, serta berbagai inisiatif kolaboratif yang mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kolaborasi akademik internasional, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kerja sama antarperguruan tinggi lintas negara, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi bersama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
