
Malang – Semangat kolaborasi global menggelora di Universitas Negeri Malang (UM) melalui The 4th International Conference on Learning Innovation and Research in Basic Education (ICLIRBE 2025) yang mengusung tema “Digital Transformation in Basic Education: Opportunities, Challenges, and Ethical Considerations.” Konferensi internasional ini digelar selama dua hari, 6–7 Oktober 2025, di Gedung Pascasarjana UM dengan format hybrid conference.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan akademisi, praktisi, dan peneliti pendidikan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat riset dan inovasi pembelajaran dasar di era digital. Pada hari kedua, konferensi dilanjutkan dengan seminar paralel yang menampilkan presentasi hasil penelitian dari peserta berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Tahun ini, ICLIRBE menghadirkan suasana berbeda dengan partisipasi 40 siswa SMP BP Sidoarjo yang turut meramaikan kegiatan sebagai peserta muda penuh semangat. Mereka menjadi representasi generasi pembelajar yang siap beradaptasi dengan transformasi digital pendidikan.
Sebanyak 200 pemakalah turut serta dalam kegiatan ini. Dari total tersebut, 20 artikel terbaik akan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sementara artikel lainnya diterbitkan dalam prosiding Scopus.
Ketua Panitia ICLIRBE 2025, Dr. Mardhatillah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya memperkuat ekosistem riset di UM, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara. “Melalui ICLIRBE, kami ingin memperluas jejaring riset dan memperkaya praktik pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan era digital,” ujarnya.
ICLIRBE 2025 menghadirkan pembicara kunci dari lima negara—China, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan negara-negara Arab—yang berbagi pengalaman tentang tantangan etika dan peluang dalam transformasi digital pendidikan dasar.
Pewarta: Tri Anggara Medhi Sampurno – Internship Humas UM
Foto: Nabila Rihaf – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
