Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM)
menyelenggarakan kegiatan Seminar Antar Bangsa dengan tema “Optimalisasi
Aplikasi Cybercounseling di Era Tatanan Baru: Solusi Cerdas Konselor milenial”.
Acara digelar pada Rabu (4/8) pukul 07.00 WIB secara secara daring melalui zoom
meeting serta disiarkan secara langsung di youtube. Sebanyak 217 peserta
tergabung yang terdiri dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Brunei
Darussalam dan Malaysia.


Acara seminar dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan
dilanjutkan dengan pembacaan do’a. Dr. Muslihati S.Ag., M.Pd. selaku kepala
jurusan Bimbingan dan Konseling UM memandu jalannya acara serta memberikan
laporan kegiatan. Dalam paparannya beliau berharap dengan diselenggarakannya
seminar antar bangsa ini bisa menjadi gerakan baru bagi konselor milenial.
Dekan FIP UM, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., membuka seminar
serta menyambut para peserta seminar tersebut. Dalam sambutannya, Dekan FIP
menjelaskan bahwa kita berada di era disrupsi, dan terjadi perubahan besar dari
interaksi hingga teknologi yang berkembang secara pesat, termasuk pemberian
konseling. “Konseling juga mengalami perubahan dari sisi perilaku dan budaya, oleh
karena itu dengan mengembangkan teknologi cybercounseling, kita juga harus
merubah sesuai dengan perubahan. Melalui kegiatan ini saya berharap semua
konselor bisa menerapkan cybercounseling kepada para konselor untuk generasi
milenial,” pungkasnya.


Seminar dipandu oleh Irene Maya Simon selaku moderator, dan
memperkenalkan semua pemateri yang akan presentasikan kepada para peserta.
Pemateri pertama adalah Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., selaku koordinator program
studi S2 dan S3 Bimbingan Konseling UM. Dalam penyampaian materinya selama
45 menit tersebut dijelaskan bahwa, “ saya telah melakukan survei konseling yang
dilakukan secara online pada bulan Juli hingga Agustus 2021 terkait konseling tatap
muka dibandingkan online, urgensi konseling online, dan model konseling online.
Cybercounseling sangat bermanfaat di tatanan baru atau era new normal ini karena
konseling tidak harus ‘face to face’, tetapi difasilitasi dengan internet diantaranya
juga menggunakan android”, ujarnya.


Konseling online sangat fleksibel dimasa pandemi ini, namun tidak bisa
sepenuhnya menggantikan konseling tatap muka. Tujuan dari konseling tatap muka
dan konseling online sama-sama membantu konselir secara mandiri untuk
menuntaskan masalah. Cybercounseling bisa menjadi pilihan para guru di masa
pandemi saat ini, karena semua muridnya adalah Gen Z yang mempunyai
karakteristik tidak bisa lepas dari gadget.


Pamateri kedua adalah Dato’ Dr. Abdul Halim bin Moh. Hussin dari Malaysia
yang membahas tentang krisis konseling dan pemanfaatan teknologi. Setelah materi
dijabarkan, dilanjutkan dengan pembahasan yang terakhir oleh Dr. Citra Kurniawan,

S.T., M.M. dari UM dengan pembahasan materi terakhir yakni interaksi dan media
virtual dalam pembelajaran online untuk implementasi cybercounseling.
Setelah penyampaian semua materi telah usai, kegiatan disambung dengan
sesi tanya jawab yang sangat menarik, dan bagi mereka yang tidak mengikuti dalam
zoom meeting, mereka dapat menanyakan dalam fitur kolom chat di live streaming
youtube yang disiarkan oleh FIP. Pada akhir acara seminar ditutup dengan foto
bersama antara pemateri dengan para peserta.

Pewarta: Ibrahim Naufal Daffa’ – Internship Humas UM

Share it