
Malang-LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur mensupport pendirian Fakultas Kedokteran UM. Hal tersebut disampaikan Kabag Umum LLDIKTI VII Jatim, dr. Ivan Rovian, MKP, dan Sub Koordinator Sistem Informasi LLDIKTI VII Jatim, Tohari, S.Kom., pada visitasi pendirian Program Studi Kedokteran UM, Senin (26/12/2022) di Ruang Sidang Senat, Graha Rektorat Lt 9 UM.
“pada intinya kami support saja terkait pengusulan Fakultas Kedokteran UM, yang penting terpenuhi ketersediaan SDM disamping sarana dan prasarana,” jelasnya.

“Bapak/Ibu kelonggaran pendirian fakultas kedoteran ini tidak terlepas dari dibukanya moratorium kementerian kesehatan RI. Beberapa kesempatan yang lalu kami diajak berbincang terkait kebutuhan dokter di Indonesia. Pak Menkes melakukan kajian dibeberapa negara, diantaranya Turki, Kuba, dan Singapura. Memang rasio dibeberapa tersebut berbeda-beda, ada yang 1 : 1.000, 1: 800, dan 1: 700. Dalam skema ini nampaknya indonesia akan memenuhi rasio 1:1.000, yang artinya yakni 1 dokter per 1.000 penduduk” lanjutnya.
Apabila merujuk pada standar WHO, dibutuhkan 1 dokter untuk melayani 1.000 orang penduduk. secara nasional dibutuhkan 275.000 dokter di Indonesia. Data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 27 Oktober 2022 menyebutkan ada 143.900 dokter umum (di luar dokter gigi) yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan aktif berpraktik. Artinya masih ada kekurangan sekitar seratus tiga puluh ribuan dokter.

Menyambut para delegasi LLDIKTI Wilayah VII Jatim, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan akan kontribusi Fakultas Kedokteran UM nantinya. Ia berharap sinergitas antar fakultas di UM juga akan membantu eksisnya FK UM.
“di UM ini kami juga memiliki program studi tata boga. Akan lebih baik jika nantinya prodi tersebut juga ikut andil dalam upaya mensukseskan gerakan kampus yang sehat, melalui promosi makanan sehat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menuturkan Fakultas Kedokteran UM, akan lebih spesifik kepada pembukaan prodi kedoteran di Bidang olahraga.
Menguatkan apa yang disampaikan Rektor UM, Plt Kapordi Kedokteran UM, dr.Erianto Fanani, S.Ked., M.KKK menjelaskan latar belakang pendidrian FK UM.
“Peningkatan penyakit tidak menular selaras dengan kurangnya aktivitas fisik masyarakat. Oleh karena itu diperlukan kompetensi kedokteran olahraga, dalam penekanan prevensi dan promosi. Selain itu faktor pendukung lainnya yaitu bahwa UM saat ini telah berstatus PTNBH, kemudian pendirian prodi kedokteran juga sudah termaktup dalam renstra UM, dan penciri fakultas kedoteran olahraga merupakan satu-satunya di Indonesia,” paparnya.
Seusai melakukan diskusi dan tanya jawab, delegasi LLDIKTI Wilayah VII Jatim melakukan visitasi Gedung FK UM yang merupakan Eks Gedung Rektorat lama UM yaitu Gedung B1 dan B2.
Penulis: Suhardi
