
Universitas Negeri Malang (UM) kini telah memasuki pekan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Ajaran 2023/2024. Setiap fakultas secara serentak melaksanakan agenda kegiatan UAS tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Salah satunya yaitu UAS yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Departemen Akuntansi, Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Akuntansi dan S1 Akuntansi. Pada Senin (27/05), lebih dari 300 Mahasiswa Akuntansi semester II UM ini mengikuti UAS bersama mata kuliah akuntansi menengah (AKM) 1.
Ujian yang dilaksanakan di Aula Gedung A20 lantai 9 ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana mahasiswa telah memahami mata kuliah yang dipelajari serta dapat meningkatkan efisiensi waktu, efisiensi penggunaan fasilitas kampus, seperti ruang ujian, dan memudahkan pengaturan administrasi ujian. Salah satu dosen Prodi S1 Akuntansi, Ani Wilujeng Suryani, S.E., M.AcctgFin, Ph.D., dalam wawancaranya mengatakan bahwa UAS bersama ini sudah dilakukan sejak lama. “UAS bersama ini kami lakukan sebelum pandemi covid-19 secara offline, kemudian pada waktu pandemi UAS kami lakukan secara online dan pada kali ini dalam kondisi yang kondusif dari pandemi dan dengan persiapan yang matang kami kembali mengadakan UAS secara offline,” ujar Ani.
“Pada persiapannya, kami lakukan dengan sematang mungkin agar pelaksanaan UAS bersama mahasiswa akuntansi semester II ini lancar. Terutama persiapan dalam pembuatan soal, kami sebelumnya telah berkoordinasi dengan dosen-dosen pengampu mata kuliah dan telah memberikan kisi-kisinya,” ungkap Direktur Sumber Daya Manusia dan Keuangan UM tersebut. Beliau juga menambahkan ketika dalam pelaksanaan UAS bersama berlangsung tim penyelenggara telah menurunkan pengawas tambahan untuk meningkatkan keketatan pengawasan selama ujian berlangsung.

Selain itu, Ketua Departemen Akuntansi, Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed., Ph.D., juga menambahkan pentingnya soal ujian yang disusun agar sesuai dengan Intended Learning Outcomes (ILO) mata kuliah. Dalam hal ini ILO matakuliah merupakan capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa pada akhir perkuliahan. “Soal ujian harus mampu mengukur ketercapaian ILO agar mutu pendidikan tetap terjaga,” jelasnya. Review dan validasi soal ujian dilakukan oleh departemen dan program studi untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.
Diana juga turut mengatakan terkait dengan tantangan yang haru dihadapi dalam pelaksanaan ujian bersama ini, terutama dalam menyatukan jadwal lima dosen pengampu mata kuliah dan keterbatasan ruang yang dapat menampung lebih dari 300 mahasiswa. “Koordinasi jadwal dengan lima dosen tidak mudah, ditambah lagi dengan keterbatasan ruang yang ada,” tambah Diana. Meskipun demikian, teknis penyelenggaraan ujian dapat diatur dengan baik oleh fakultas.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, pelaksanaan UAS bersama ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Departemen Akuntansi Universitas Negeri Malang.
Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
