
Sabah – Dengan antusiasme tinggi, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif kembali menorehkan prestasi internasional melalui International Mobility Program yang berlangsung di Malaysia. Kegiatan ini menegaskan posisi UM sebagai kampus rujukan dalam inovasi pendidikan vokasi otomotif di Asia Tenggara.
Dalam program tersebut, mahasiswa UM ditempatkan di Syairmain Enterprise Sabah sebagai mitra industri otomotif. Penempatan ini bertujuan memperkuat kompetensi praktis dan memperluas kolaborasi lintas negara, khususnya dalam penguasaan teknologi otomotif modern.
Puncak kegiatan digelar pada 15 November 2025 ketika mahasiswa UM memberikan pelatihan kepada guru otomotif di Kolej Vokasional Likas, Sabah. Pelatihan bertajuk Electric CAN-Bus Training Unit & Electric Power Steering System Trainer tersebut berfokus pada teknologi In Vehicle Networking CAN 2.0 yang terintegrasi dengan sistem Electric Power Steering (EPS).
“Materi ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini,” ujar salah satu guru peserta yang mengapresiasi metode penyampaian mahasiswa UM.
Para peserta memperoleh pemahaman mengenai struktur jaringan CAN-Bus, alur pesan digital, fungsi ECU, prinsip komunikasi CAN–EPS, hingga kemampuan membaca fault code, menganalisis data sistem, dan melakukan troubleshooting. Seluruh materi ini disampaikan menggunakan media pembelajaran inovatif yang dikembangkan langsung oleh mahasiswa UM bersama Syairmain Enterprise. Media tersebut menampilkan visualisasi nyata sistem komunikasi digital dan EPS sehingga proses belajar menjadi lebih aplikatif.
Respons positif datang dari para guru yang menyebut pelatihan ini membuka wawasan baru tentang teknologi kendaraan modern. Mereka menilai mahasiswa UM mampu memberikan pembelajaran yang terstruktur, jelas, dan sesuai perkembangan industri.
Program ini juga mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UM, khususnya IKU 2 terkait pembelajaran di luar kampus dan IKU 6 mengenai kemitraan dengan industri internasional. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kontribusi UM terhadap SDGs 4 (Quality Education), SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UM tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu berperan sebagai agen inovasi dan berbagi keahlian di ranah global. Program ini semakin menegaskan komitmen UM dalam memperkuat global engagement melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
