
UM menjadi koordinator mobilitas bagi mahasiswa yang terlibat dalam East Java Exploration (EJx) yang diselenggarakan oleh Western Australia and East Java Universities Consortium yang kemudian disingkat menjadi “WAEJUC”. Sesuai namanya, EJx bertujuan mengeksplorasi daerah Jawa Timur dari berbagai aspek dengan tetap mengedepankan pembelajaran mata kuliah umum melalui pendekatan multidisipliner ilmu bagi peserta. Peserta dalam kegiatan ini adalah 10 mahasiswa dari Western Australia dan 10 mahasiswa dari 10 Universitas Negeri di Jawa Timur.
Program EJx diselenggarakan mulai 27 Juni-10 Juli 2023 dengan bergilir dari satu kampus ke kampus lainnya. UM mendapatkan gilirannya pada Selasa, (04/07/2023) dan bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Kuliah Bersama A20. UM mengangkat tema “Space and Memory: Preserving Malang Heritage“. Tema ini sengaja diambil karena menjadi kekhasan dari UM serta dianggap penting untuk digali lebih dalam materinya.


“Kita harus membiasakan diri untuk belajar interdisipliner dan juga multidisipliner, misalnya topik di UM adalah Space and Memory: Preserving Malang Heritage, kita belajar tentang tempat dan ingatan. Pembelajaran ini sebagai upaya membiasakan berpikir secara lebih komprehensif secara interdisipliner sehingga terdapat dialog antar bidang karena ini semua akan saling mendukung. Selain itu, hal ini juga bertujuan memunculkan kekhasan UM yang mendampingi berbagai desa wisata yang berbasis komunitas,” tutur Ibu Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D.
Penyampaian materi space atau ruang yang membedah mengenai Kayoetangan Heritage Malang serta hal lain disampaikan oleh Nailul Insani, S.Pd, M.Sc., yang merupakan dosen Departemen Geografi UM. Sementara itu, materi mengenai ingatan yang lebih dalam juga membaca karakteristik masyarakat serta perekonomian di daerah Kayoetangan Heritage Malang disampaikan oleh Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc., yang merupakan dosen Departemen Akuntansi.

Program ini banyak memberikan ilmu baru melalui pengenalan budaya, pemaparan materi dari para dosen, diskusi, dan interaksi langsung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Peserta mendapatkan pemahaman yang luas dan lebih mendalam mengenai Jawa Timur. Selain itu, membangun relasi pertemanan juga penting untuk masa depan.
“Program ini tidak hanya perihal bisa bahasa Inggris, tetapi mengenai bagaimana mengomunikasikan ide dari penutur serta mitra tutur serta budaya yang berbeda dan melekat di antara mereka,” imbuh Ibu Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D.
Ejx terlaksana atas kerja sama 10 Universitas Negeri dalam 4 kota di Jawa Timur, meliputi Surabaya, Jember, Malang, dan Madura, serta 5 Universitas di Western Australia. 10 Universitas tersebut meliputi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang).
Harapan dari terselenggaranya acara ini adalah mampu menciptakan hubungan baik antara seluruh universitas yang terlibat. Selain itu, besar harapan peserta mampu lebih mengetahui seluk-beluk masing-masing daerah, universitas, serta berbagai budaya yang berkembang.
“Harapannya dalam satu rangkaian internasionalisasi UM dengan universitas lain. Harapan terbesar adalah mobility ini tidak hanya perihal hubungan antarmahasiswa tetapi, dosen, bahkan universitasnya nanti. Syukur-syukur jika kelanjutannya bisa menjadikan kedekatan antara UM dengan Universitas di Western Australia. Penting juga karena UM menjadi host utamanya, semoga mampu mengenalkan UM ke kancah internasional serta harapannya nanti negara lain seperti Thailand, Jepang, dan sebagainya. Sudah saatnya UM melangkah ke sana setelah di kancah nasional kita harus maju ke kancah internasional,” pungkas Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D., Wakil Rektor 4 Universitas Negeri Malang.
Pewarta Zanadia Manik Fatimah – Internship humas UM
