Malang – Klinik Pratama Universitas Negeri Malang (UM) menggelar program preventif berupa penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan PAP SMEAR, Senin (5/5). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama UM ini menggandeng Laboratorium Bromo sebagai mitra layanan medis dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan.
Sebanyak 47 peserta perempuan berstatus menikah mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan edukasi kesehatan sekaligus kesempatan melakukan pemeriksaan dini guna mendeteksi potensi kanker serviks sejak awal.
Kepala Klinik Pratama UM, dr. Ifa Mufida, MMRS., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen layanan promotif dan preventif yang terus diperkuat oleh pihak klinik.
“Ini merupakan salah satu program preventif dan promotif Klinik Pratama UM sebagai bentuk kepedulian agar perempuan memiliki kesadaran pentingnya pemeriksaan kanker serviks,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam sesi penyuluhan, Dokter Indira selaku dokter umum Klinik Pratama UM menjelaskan bahwa perempuan yang telah menikah memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker serviks. Hal ini berkaitan dengan penularan Human Papillomavirus (HPV) yang umumnya terjadi melalui aktivitas seksual.
Dokter Indira juga mengingatkan sejumlah gejala awal yang perlu diwaspadai.
“Nyeri pada perut bawah saat berhubungan, keputihan, dan pendarahan tidak normal bisa menjadi indikasi awal kanker serviks,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Ifa menyampaikan bahwa terdapat syarat tertentu sebelum menjalani pemeriksaan PAP SMEAR.
“Salah satu syaratnya adalah tidak sedang menstruasi. Namun, bagi yang sedang datang bulan, tetap bisa melakukan pemeriksaan di Laboratorium Bromo karena kami telah bekerja sama,” ungkapnya saat diwawancarai Tim Humas UM.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi strategi Klinik Pratama UM dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, tidak hanya bagi sivitas akademika tetapi juga masyarakat umum. Klinik ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan berkelanjutan.
Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan (Good Health and Well-being) serta poin 5 tentang kesetaraan gender (Gender Equality), melalui peningkatan akses layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan.
Menutup kegiatan, dr. Ifa berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.
“Diharapkan kegiatan PAP SMEAR ini dapat menumbuhkan kesadaran perempuan di lingkungan UM dan sekitarnya untuk menjaga kesehatan organ reproduksi secara berkala,” pungkasnya.
Pewarta: Zahra Medina Nur Alia – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
