Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Pelatihan Kimia Mikro: Peserta diajarkan cara mencampur NaOH dengan minyak digunakan ulang, menambahkan gliserol dan minyak esensial, hingga menuang ke dalam cetakan.

Taiwan – Demonstrasi kimia terapan skala mikro yang digelar SDM Departemen Kimia Universitas Negeri Malang (UM) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) CYCU Taiwan telah membuka cakrawala baru bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan generasi muda di Negeri Formosa. Program yang dimulai pada Jumat, 5 Juli 2024 hingga tiga hari kedepannya, dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan dan kemandirian ekonomi.

Pemateri dari Jurusan Kimia UM memulai dengan aplikasi small micro science kits titrasi asam-basa dan penentuan kation (Na⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, Al³⁺, Zn²⁺) dalam sampel air, membekali peserta “untuk memantau kualitas air minum sehari-hari,” ujar Prof. Anugrah Ricky Wijaya, Koordinator Program. Selanjutnya, sesi small micro science kits _electroplating dan electrolysis menampilkan pemurnian serta pelapisan tembaga, memperkenalkan konsep redoks secara praktis.

Puncak inovasi tampak pada workshop small micro science kits pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Peserta diajarkan cara mencampur NaOH dengan minyak digunakan ulang, menambahkan gliserol dan minyak esensial, hingga menuang ke dalam cetakan. “Penggunaan limbah minyak goreng sebagai bahan baku sabun sangat menginspirasi kami untuk mendirikan usaha rumahan,” ungkap Maria, salah satu peserta. Proses serupa diterapkan untuk lilin ramah lingkungan, menekankan ekonomi sirkular.

Hasil evaluasi menunjukkan 60 % peserta merasa sesi elektrolisis paling mudah dipahami, sementara 40 % menyoroti pembuatan sabun sebagai materi paling populer. Lebih dari 80 % berharap program ini diadakan rutin untuk memperkuat keterampilan laboratorium dan kewirausahaan.

Dengan portable science kit sebagai media pembelajaran, PPI CYCU berencana menjadikan inisiatif ini berkelanjutan, melibatkan komunitas TKI dan pelajar Indonesia di Taiwan. Tak hanya menambah wawasan sains, program ini menumbuhkan semangat kolaborasi dan kemandirian, memadukan teori kimia dengan praktik usaha kecil.

Program pelatihan ini menyiratkan peluang besar dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 4 yaitu memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi limbah (SDG 12) dan mendorong kemandirian ekonomi TKI di luar negeri. Dari langkah kecil ini diharapkan mampu membuka jalan bagi inovasi berikutnya.

Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it