Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
APDOVI 2025: menjadi wujud konkret komitmen APDOVI dan Fakultas Vokasi UM dalam menyiapkan SDM unggul menghadapi era Indonesia Emas 2045

Malang – Semangat kolaborasi akademik menggema dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 Akademisi Profesi Dosen Vokasi Indonesia (APDOVI) 2025 digelar di Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (1/8). Mengangkat tema “Penguatan Dosen Vokasi ke Arah Hilirisasi Industri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi wujud konkret komitmen APDOVI dan Fakultas Vokasi UM dalam menyiapkan SDM unggul menghadapi era Indonesia Emas 2045.

Acara diselenggarakan secara hybrid, yakni secara luring di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 9 UM dan daring melalui Zoom serta YouTube live streaming. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Rektor UM, Ketua Umum KADIN Jawa Timur, jajaran pengurus APDOVI, dan ratusan dosen vokasi dari seluruh Indonesia.

Ketua Pelaksana, Nina Septina, S.P., M.M., M.Phil., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen vokasi dalam menjawab tantangan industri. “Penguatan dosen menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi unggul. Dosen vokasi harus siap mengawal mahasiswa berkarya di masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan peran penting intelektual dalam pembangunan bangsa. “Indonesia hanya bisa menjadi negara besar jika para intelektualnya berpikir besar, dan pikiran besar lahir dari jiwa yang besar,” tuturnya.

Ketua Umum APDOVI, Dr. Arman Faslih, S.T., M.T., juga menekankan urgensi pengembangan kompetensi dosen. “Forum ilmiah ini menjadi wadah diseminasi hasil kegiatan dan peningkatan khas kompetensi pendidik vokasi,” jelasnya.

Tiga narasumber utama turut mengisi sesi seminar. Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T. (Dekan Fakultas Vokasi UM) memaparkan studi kasus hilirisasi hasil Tri Dharma di UM. Dr. Beny Bandanadjaja (Direktur Belmawa) menyoroti sinergi kurikulum dan riset terapan, sedangkan Ketua KADIN Jatim, Andik Dwi Purwanto, S.H., M.HP., menjelaskan peran industri dalam revitalisasi pendidikan vokasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi 54 makalah ilmiah dari dosen vokasi seluruh Indonesia, Rakernas ke-5 APDOVI, serta sesi penghargaan dan foto bersama.

Seminar ini menjadi langkah nyata mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan (SDG 4) dan kerja layak serta pertumbuhan ekonomi (SDG 8), dengan harapan lahirnya SDM vokasi yang unggul dan adaptif menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pewarta: Rimala Maulina – Intern Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it