Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang. Dalam rangka menyongsong Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Geografi “VOLCANO” Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Talkshow Earth Day Scientific Forum Discussion bertajuk “Peran Inovatif Generasi Z dalam Penanganan Perubahan Iklim Melalui Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan Demi Tercapainya SGDS”. Acara berlangsung secara daring melalui zoom meeting pada Sabtu (16/04). 

Dengan menggandeng tiga narasumber ahli yaitu Tri Santoso S.Si, M.A.P. M.IDS., selaku Subbag Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kota Malang, Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D., seselaku Dosen Departemen Geografi UM, dan Vito Ramadhani sebagai Koordinator Kota Earth Hour Malang 2022, forum diskusi ini dihadiri kurang lebih 190 peserta.

Wakil Dekan III FIS UM, Dr. I Nyoman Ruja, S.U., menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam forum ini cukup menarik. “Tema ini cukup menarik dan bisa menggugah generasi muda terutama mahasiswa geografi untuk benar-benar memahami Earth Day. Tidak cukup seminar saat Earth Day saja, tetapi hal tersebut dapat dilakukan oleh generasi muda untuk lingkungannya, terutama lingkungan kampus,” tutur Dr. I Nyoman Ruja dalam sambutan sekaligus pembukaan acara.

Sejalan dengan hal tersebut, Tri Santoso S.Si, M.A.P., M.IDS., menyampaikan bahwa aksi nyata yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam menghadapi perubahan iklim salah satunya adalah penanaman pohon. Disebutkan hal tersebut adalah yang paling mudah, terutama penanaman tanaman lokal yang dapat berkontribusi dalam konservasi tanah maupun fauna. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Syamsul Bachri, S.Si, M.Sc., Ph.D., dalam menghadapi perubahan iklim diperlukan tindakan komprehensif. “Sebuah fenomena yang tidak dimanajemen dan mengakibatkan bencana maka tindakan yang harus dilakukan adalah tindakan komprehensif. Melalui tiga konsep yang diuraikan dalam program pengurangan bahaya,  pengurangan kerentanan, dan peningkatan kapasitas akan menjadi program komprehensif yang diharapkan mampu berkontribusi besar. Ketika perubahan iklim tidak bisa dihindari maka kita dapat meminimalisasi dengan konsep tersebut,” jelasnya dalam penyampaian materinya.

Pada kesempatan yang sama, Vito Ramadhani membagikan kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas Earth Hour Malang dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kegiatan tersebut adalah aksi matikan lampu satu jam untuk menghemat energi dan collect your skincare yang kegiatannya berupa mengumpulkan botol skincare untuk selanjutnya disumbangkan ke bank sampah. Vito juga menanggapi mengenai forum diskusi Earth Day Scientific ini.

“Gerakan yang dilakukan seperti membuat ruang diskusi publik seperti ini adalah salah satu gerakan global governance secara tidak langsung. Dampaknya tidak sekarang. Namun cara berpikirnya untuk masa depan. Selain itu, apapun kegiatan yang dilakukan perlu melibatkan banyak pihak sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat luas,” sambung Vito. 

Nailul Insani, S.Pd, M.Sc., selaku pembina HMD Geografi “VULCANO”  UM menyampaikan bahwa kontribusi generasi Z diharapkan bukan hanya pada forum ilmiah dan teori saja tetapi juga praktiknya. Maka dari itu sebagai bentuk aksi nyata dalam mengimplementasikan materi yang disampaikan, forum ini juga mengadakan aksi sedekah oksigen. Bentuk aksi ini berupa pengumpulan donasi yang kemudian digunakan untuk pembelian bibit tanaman pohon untuk aksi penanaman pohon.

“Semoga semua yang ada tidak hanya berkontribusi secara akademik atau di forum seperti ini tetapi bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kitai mulai dari hal-hal kecil untuk mendapatkan tujuan yang lebih besar,” harap pembina HMD Geografi “VULCANO”.

Pewarta: Novita Eka Andriyana – Internship Humas UM
Editor: Nike V. Yuarko

Share it