
Pada wisuda ke-123 yang digelar Minggu (12/11/2023) di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM) telah meluluskan 1.250 mahasiswa dengan capaian prestasi yang membanggakan. Lulusan UM tersebut tidak hanya meraih prestasi dibidang akademik melainkan juga terdapat lulusan yang berprestasi dibidang non-akademik. Hal ini membuktikan bahwa UM tidak hanya berhasil mencapai keunggulan secara akademis, tetapi juga menorehkan prestasi luar biasa di bidang non-akademik, yang menandai pencapaian gemilang dalam perjalanan pendidikan mereka di UM.
Riko Rahmad Adriansyah, satu-satunya lulusan yang berhasil menjadi pemuncak wisudawan dibidang non-akademik pada wisuda UM periode ke-123. Mahasiswa jurusan S1 Administrasi Pendidikan ini pernah meraih Gold Medal: World Invention Competition and Exhibition Tahun 2021, Silver Medal: World Invention Competition and Exhibition Tahun 2022 dan Student Exchange: Student International Riset Outbond Mobility (SIROM) at Universiti Putra Malaysia Tahun 2023. Riko atau yang akrab disapa Ajo, merasa sangat beruntung dan bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Tuhan selama ini, sehingga Ia mampu mengakhiri perkuliahan sarjana dengan capaian prestasi yang luar biasa, serta ukiran prestasi tersebut senantiasa mendorongnya untuk selalu berdedikasi bagi orang-orang disekitarnya.
“Bagi saya prestasi non-akademik ini sangat berpengaruh terhadap pengembangan skill dan potensi yang saya miliki. Tentu, banyak kompetisi yang telah saya ikuti diantaranya lomba debat, lomba karya tulis ilmiah, konferensi, pertukaran mahasiswa, kompetisi mahasiswa berprestasi dan masih banyak lagi, yang mana hal itu menuntut saya terus memberikan dedikasi semaksimal mungkin untuk dapat achive goals dimasa mendatang,” ujar putra dari Eddy Adrianto dan Fitri Yanti ini.
Ajo Riko sebagai wisudawan terbaik bidang non-akademik juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut Riko beasiswa KIP adalah fasilitas yang diberikan UM agar mahasiswa senantiasa terdorong untuk memanfaatkannya dalam berprestasi serta menjadikannya sebagai wadah untuk berproses dalam membangun moralitas yang lebih baik. Selain itu Riko selama kuliah telah mengantongi sebanyak lima beasiswa.
“Alhamdulillah saya difasilitasi beasiswa KIP ini dimulai dari saya menjadi mahasiswa baru sampai semester delapan. Saya merasa beasiswa KIP bukan hanya sekedar pendanaan bagi mahasiswa tetapi juga sebagai pendorong moralitas untuk senantiasa berproses. Tidak hanya itu, selama kuliah saya telah mengantongi lima beasiswa yaitu KIP, smart scholarship, bright scholarship, student international research outbound mobility (SIROM) dan bridging course dari Dikti”, ungkap Riko.
Segudang prestasi dan beasiswa yang dimiliki Riko, membuatnya termotivasi untuk membagikan ilmu dan informasi dengan cara menjadi seorang influencer di platform sosial media miliknya. Menurut Riko hal utama menjadi influencer adalah saling berbagi informasi yang memiliki nilai manfaat dan kebaikan untuk dilakukan secara berkelanjutan agar berdampak kepada masyarakat. Sesuai dengan prinsip hidup yang dipegangnya yaitu “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama”
“Saya pun kini juga aktif sebagai influencer untuk berbagi konten informasi dan motivasi di sosial media instagram. Konten-konten itu saya bagikan melalui feed hingga story Instagram. Saya pun disaat masa kuliah juga pernah menjadi mentor public speaking di MA nurul ulum, tutor for english intermediate class at Discite Institute, tentor karya tulis ilmiah di SMPN 15 Malang dan lain sebagainya, sebagai bentuk bukti kontribusi dan dedikasi yang sudah saya pupuk sejak di bangku perkuliahan”, ungkap calon mahasiswa pascasarjana luar negeri tersebut.
Tak luput pula, lulusan yang berprestasi dan penerima banyak beasiswa ini turut menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa, khususnya kepada mahasiswa UM, agar mampu termotivasi untuk meraih prestasi.
“Everything is learning process! So focus on your self. Nikmatilah proses yang anda jalani. Cobalah setiap kesempatan yang datang dengan persiapan yang matang. Ingatlah bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya tetaplah mencoba dan terus mencoba untuk menggapai impian kalian, tulislah impian kalian di secarik kertas dan yakinlah bahwa seiring berjalannya waktu satu persatu mimpi tersebut akan menjadi nyata. See you on Top!”, tutur Riko penuh antusias.
Pewarta : Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin
