Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi menyampaikan orasi ilmiah pada acara Puncak Dies Natalis UM ke-71

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) didorong untuk menjadi pionir dalam mensukseskan Diktisaintek Berdampak melalui upaya kolaborasi dan peningkatan literasi sains. Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi. mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, saat orasi ilmiah pada puncak Dies Natalis ke-71 UM di Graha Cakrawala, Sabtu (18/10).

Dalam orasinya, Prof. Yudi memberikan apresiasi atas inovasi dan program UM yang dinilai sejalan dengan semangat kementerian. “UM adalah salah satu universitas yang diharapkan nantinya bisa mendukung tagline kami Diktisaintek Berdampak. Banyak program dari UM yang sudah diluncurkan untuk mendukung dan menunjukkan dampak nyata di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai perwakilan Menteri, ia turut menyampaikan harapan agar sivitas akademika terus memajukan pendidikan dan industri demi kualitas sumber daya manusia.

“Semoga teman-teman di UM tetap terus semangat memajukan pendidikan dalam industri untuk mencapai SDM yang kita harapkan,” kata Prof. Yudi.

Ia juga memperkenalkan program unggulan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, salah satunya Bestari Scientech, yang bertujuan meningkatkan literasi sains masyarakat di bawah payung SEMESTA. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis untuk mengidentifikasi masalah nyata dan menawarkan solusi bersama pemerintah daerah maupun institusi lain.

Dalam sesi wawancara, menurut Prof. Yudi, Bestari Scientech mendorong kolaborasi kampus, pemerintah daerah, industri, koperasi, BUMDes, dan UMKM untuk menangani masalah nyata di masyarakat. “Saintek berdampak itu bukan hanya menghasilkan ilmu, tapi menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” ujarnya.

Dalam meningkatkan literasi sains dan membangun citizen science, salah satu upaya dari program Bestari Scientech yaitu menetapkan bahwa luaran riset wajib menggabungkan TRO (Traditional Research Output) dan NTRO (Non-Traditional Research Output).

Prof. Yudi menekankan, “TRO saja tidak cukup; kami mensyaratkan NTRO agar riset benar-benar hidup di tengah masyarakat.” Contoh NTRO meliputi talkshow, pameran, dan karya seni berbasis kearifan lokal yang memobilisasi partisipasi publik. Sumber pendanaan dari program ini disiapkan LPDP sebesar Rp57,5 miliar (dengan asumsi naik menjadi Rp75–100 miliar), dan alokasi rata-rata per proposal diperkirakan sekitar Rp750 juta.

Prof. Yudi menilai UM memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada program tersebut, terutama melalui peningkatan jumlah doktor dan budaya ilmiah yang makin kuat. Optimisme itu menjadi sinyal penting bagi UM untuk memperkuat peran riset, pengabdian, dan kolaborasi demi dampak sosial yang terukur.

Pewarta: Rimala Maulina – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it