Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang — Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat komitmen menuju kampus inovatif berkelas global melalui penjajakan kerja sama internasional dengan Chung Yuan Christian University (CYCU), Taiwan. Kolaborasi yang digelar pada Senin (6/4) di Gedung B15 UM ini dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi, peningkatan kualitas riset, hingga percepatan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kerja sama yang diinisiasi Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., Ph.D. bersama Prof. Tsair-Wang Chung tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi drone dan energi terbarukan. Dua bidang ini dipandang strategis karena memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi industri, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Inovasi UM, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T., menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi antarnegara.

“Melalui kerja sama ini, UM memiliki peluang untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kualitas inovasi, sekaligus membuka akses kolaborasi global bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya saat memimpin pertemuan penjajakan kerja sama.

Menurutnya, pengembangan teknologi drone dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pemetaan wilayah, mitigasi bencana, hingga industri kreatif berbasis teknologi. Sementara itu, pengembangan energi terbarukan menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan krisis energi dan isu lingkungan global.

Manfaat lain dari kolaborasi ini juga terlihat pada penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi. Kepala Divisi Pusat Unggulan IPTEKS Disruptive Learning Innovation (DLI), Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M., menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung implementasi pembelajaran hybrid yang lebih adaptif dan inovatif.

“Kolaborasi ini akan memperkaya model pembelajaran berbasis teknologi sehingga mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih global dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” katanya.

Dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut turut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. Ia menilai sinergi lintas negara menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi kampus.

“Kolaborasi internasional akan mempercepat lahirnya riset dan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Selain berdampak pada penguatan akademik dan teknologi, kerja sama UM dengan Chung Yuan Christian University juga mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan energi terbarukan sejalan dengan SDG 7 tentang Affordable and Clean Energy, penguatan inovasi teknologi mendukung SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, pembelajaran hybrid mendukung SDG 4 tentang Quality Education, serta kemitraan global menjadi bagian dari SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.

Melalui kolaborasi ini, UM tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan global berbasis teknologi berkelanjutan.

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it