
Pacitan – Sebagai salah satu langkah nyata dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis hijau, Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Pada tahun 2025, UM melaksanakan program pengabdian pengembangan Traditional Craft Incubation Class di Kabupaten Pacitan Berbahan Dasar Bahan Bekas Tekstil Anyam Berpotensi Hilirisasi dan Income Generating Komunitas. Kegiatan ini secara khusus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12, yaitu memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
Program pengabdian ini berfokus pada pengembangan kelas inkubasi kerajinan tradisional yang memanfaatkan bahan bekas tekstil anyam sebagai bahan baku utama. “Kami memilih mengimplementasikan program ini di Kabupaten Pacitan, yang merupakan sebuah daerah yang kaya akan potensi seni dan kerajinan tradisional. Melalui pendekatan kreatif dan edukatif, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan,” jelas Dr. Ike Ratnawati, S.Pd., M.Pd., selaku ketua pengabdian.
Inkubasi kelas kerajinan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat setempat dalam mengolah bahan bekas tekstil menjadi produk anyaman yang menarik dan berkualitas, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan tentang hilirisasi produk dan strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk kreatif, tetapi juga mengelola usaha secara mandiri yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan komunitas.
“Salah satu aspek penting dari program ini adalah potensi income generating yang dihasilkan dari pengembangan produk kerajinan berbasis bahan bekas tekstil. Produk-produk hasil anyaman ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasar lokal maupun nasional, terutama karena mengusung konsep keberlanjutan dan ramah lingkungan yang semakin diminati konsumen. Hal ini membuka peluang baru bagi komunitas untuk mengembangkan usaha kreatif yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ungkap Dr. Ike.

Pendekatan Shared Value Framework juga diterapkan dalam program ini untuk menciptakan sinergi antara nilai sosial dan nilai ekonomi. Melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku industri kreatif, dan masyarakat lokal, program ini membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan edupreneurship berbasis kreativitas dan keberlanjutan. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembelajaran dan pengembangan produk, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha.
Lebih jauh, Program yang didanai oleh sumber dana Non-APBN Universitas Negeri Malang dengan nomor kontrak 24.2.1053/UN32.14.1/PM/2025 ini juga sejalan dengan tujuan SDGs 12 yang menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Dengan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah tekstil sebagai sumber daya yang bernilai, program ini turut berkontribusi dalam mengurangi limbah dan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
UM berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak luas, khususnya dalam bidang kreativitas dan edupreneurship di pendidikan seni rupa. Melalui kegiatan ini, UM berharap dapat memberdayakan masyarakat Kabupaten Pacitan menjadi pelaku kreatif yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan bekas yang inovatif.
“Dengan adanya pengembangan Traditional Craft Incubation Class ini, diharapkan komunitas lokal dapat tumbuh menjadi pusat kreativitas dan kewirausahaan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membuka peluang hilirisasi produk yang dapat memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Melalui sinergi antara pendidikan, kreativitas, dan keberlanjutan, UM berupaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan sesuai dengan semangat SDGs 12,” pungkas Dr. Ike.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
