Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar apel pagi bagi satuan pengamanan (satpam) dalam rangka persiapan pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) UTBK 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/4) di Teras Graha Rektorat UM ini menjadi bagian dari upaya memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan ujian yang akan diikuti ribuan peserta.
Apel yang melibatkan pimpinan universitas dan aparat kepolisian ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Perwakilan Kepala Kepolisian Sektor Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, S.Sos., M.Hum., menekankan bahwa satpam merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas lingkungan kampus selama UTBK berlangsung.
“Pengamanan tidak hanya soal ketertiban, tetapi juga pelayanan. Senyum, sapa, dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., mengungkapkan bahwa pelaksanaan UTBK 2026 menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama seiring meningkatnya jumlah peserta dan tuntutan pemanfaatan teknologi.
Ia menjelaskan, UM diproyeksikan akan menerima puluhan ribu peserta UTBK, sehingga dibutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari pemetaan titik rawan, pengaturan alur mobilitas peserta, hingga kesiapan mental dan teknis petugas di lapangan.
“Dengan jumlah peserta yang besar, diperlukan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi keamanan, pelayanan, maupun pemanfaatan teknologi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan,” ujarnya.
Melalui apel ini, UM menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan UTBK 2026 secara tertib, aman, dan profesional. Optimalisasi pengamanan dan pelayanan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem seleksi nasional berbasis tes.
Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-16 mengenai perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang tangguh. Lingkungan ujian yang aman dan inklusif menjadi fondasi penting dalam mewujudkan akses pendidikan yang adil bagi seluruh peserta.
Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
