Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang baru saja menggelar Pembukaan Program Critical Language Scholarship (CLS) pada Senin (20/06/2022) di Aula AVA lantai 2 Fakultas Sastra. CLS sendiri merupakan program kerjasama antara BIPA Fakultas Sastra dengan American Council yang sudah berjalan sejak 13 tahun yang lalu. Pada program ini, mahasiswa amerika akan belajar bahasa dan budaya Indonesia selama kurang lebih 2 bulan. Nantinya, mahasiswa akan ditemani oleh mitra bahasa untuk mendukung pemerolehan bahasa mereka. 

Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., selaku Direktur BIPA UM menyatakan bahwa BIPA UM adalah salah satu pelopor untuk menggerakkan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional dan merupakan bentuk realisasi dari Undang-Undang “Yang kita lakukan ini adalah tindakan nyata untuk menyukseskan Undang-Undang No 24 Tahun 2009. Tentu Saya berharap kepada mahasiswa, belajarlah sebanyak-banyaknya di Malang karena ini adalah pengalaman yang luar biasa,” ujarnya. 

Direktur BIPA UM juga berharap bahwa dengan diadakannya kegiatan ini akan terbentuk jalinan kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika. “Pembelajaran bahasa secara umum itu sebenarnya untuk menciptakan saling pengertian satu bangsa dengan bangsa lain. Nah, tentu karena hubungan Indonesia dengan Amerika itu sangat baik, bahasa indonesia dianggap penting dipelajari oleh orang amerika. Oleh karena itu, melalui departemen luar negeri, pemerintah Amerika membiayai mahasiswanya untuk belajar bahasa indonesia. Harapannya melalui mahasiswa yang dikirim ke sini itu dapat membangun hubungan lebih baik antara indonesia dan amerika,” papar Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. 

Selama dua tahun terakhir program BIPA UM hanya dapat berjalan dengan sistem daring, dikarenakan merebaknya virus covid-19 sehingga adanya pembatasan dalam kegiatan tatap muka. Akan tetapi, mulai semester ini program BIPA UM sudah dapat berjalan secara tatap muka. Pada CLS tahun ini terdapat sebanyak 23 mahasiswa dari Amerika yang akan belajar di UM. Tak hanya belajar bahasa Indonesia, mereka juga dapat belajar kesenian Indonesia. Terdapat kelas kesenian yang dapat mereka tempuh di UM, yaitu kelas gamelan, batik, tari, dan kelas dangdut.

“Program ini cukup penting karena dengan memperbaiki bahasa Indonesia, orang-orang asing bisa menyebarluaskan bahasa Indonesia ke seluruh dunia. Ini agar tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang bersatu menggunakan bahasa indonesia, namun juga masyarakat internasional yang cinta dengan bahasa indonesia,” ujar Sawyer Martin French selaku Koordinator Mahasiswa CLS.

“Semoga mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya untuk memajukan kemampuan mereka berbahasa Indonesia juga untuk menambahkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya Indonesia,” lanjut Sawyer.

Pewarta: Mega Tri Utami – Internship Humas UM

Share it