
Malang – Sebagai upaya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 4 (Pendidikan Berkualitas), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), Tim Pengabdian Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan program SMART (Safety Management and APAR Response Training). Kegiatan bertema “Membangun Budaya Keselamatan yang Proaktif dan Responsif di Lingkungan Pendidikan” ini berlangsung pada Rabu (6/5) di Yayasan Al-Ma’un, Sengkaling, Kabupaten Malang.
Pelatihan tersebut melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan yayasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran. Ketua pelaksana, Dian Puspitaningtyas Laksana, S.K.M., M.K.K.K., menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Kami ingin memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pendidikan melalui pelatihan manajemen keselamatan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta teknik smothering,” jelas Dian.
Ketua Yayasan Al-Ma’un, Ja’far Tri Kuswahyono, menyampaikan dukungannya. “Kami sangat antusias. Dengan pelatihan ini, kami lebih siap menghadapi bencana seperti gempa bumi atau kebakaran, sehingga anak-anak merasa lebih aman,” ujar Ja’far.
Pelatihan ini menghadirkan inovasi berupa skenario kebakaran realistis yang menyerupai kondisi nyata, serta evaluasi langsung terhadap fasilitas dan sistem keamanan yayasan. Kegiatan diawali dengan teori manajemen risiko bencana seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api menggunakan APAR dan teknik smothering dengan karung goni. Peserta juga mempraktikkan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) di bawah pengawasan tim pengabdian.
Tim pengabdian yang diketuai Dian ini terdiri dari Anita Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kes., Mika Vernicia Humairo, S.K.M., M.P.H., Rachmy Rosyida Ro’is, S.K.M., M.K.K.K., serta enam mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Dian berharap program ini menjadi langkah awal menciptakan budaya keselamatan proaktif di lingkungan pendidikan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi institusi lain untuk mengadopsi pelatihan serupa, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan siap menghadapi bencana,” tambahnya.
Pewarta: Rimala Maulina – Intern Humas UM
Jika ada aspek lain yang perlu diperbaiki atau disesuaikan, beri tahu saya!
