
Dalam rangka memperhatikan kondisi psikologis peserta didik demi terciptanya motivasi belajar, Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kuliah tamu yang bertempat di Aula Lantai 9 Gedung SPs UM pada Selasa (03/10/2023). Agenda ini dilaksanakan secara hybrid melalui platform Zoom Meeting.
Kuliah tamu dengan tema ‘Faktor-Faktor Psikologis yang Berkontribusi Penting pada Perilaku Bermotivasi Peserta Didik’ tersebut dihadiri Dr. Edy Purwanto, M.Si. selaku narasumber, Direktur Sekolah Pascasarjana, serta Mahasiswa Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kejuruan.

Tujuan dari kuliah tamu ini untuk menyadarkan bahwa faktor-faktor psikologis yang dimiliki oleh para peserta didik juga tidak kalah pentingnya dalam mendorong motivasi belajar. Psikologis peserta didik diibaratkan sebagai bentuk satelit yang menjadikan siswa untuk lebih termotivasi dan berinisiatif tinggi dalam kegiatan pembelajaran.
“Suatu keberhasilan dalam dunia pendidikan dapat diraih ketika peserta didik memiliki kemampuan yang baik dalam pendidikan. Ketika pendidikan itu belum bisa menghasilkan kemampuan akademik, maka pendidikan itu belum dikatakan berhasil,” jelas Dr. Edy dalam pemaparannya.
Peran guru sebagai pendidik memiliki andil yang sangat penting. Guru diharuskan untuk bisa menciptakan karakter yang baik pada peserta didik. Peserta didik harus bisa memiliki regulasi emosi yang baik juga.

Persoalan klasik yang selalu terulang adalah prestasi akademik peserta didik. Jika peserta didik tersebut memiliki prestasi akademik yang baik, biasanya ditandai dengan torehan prestasi yang memuaskan seperti menjuarai sebuah kompetisi. Di samping itu, peserta didik yang masuk dalam kategori prestasi buruk justru sebaliknya. Ia memiliki potensi akademik dan kemampuan intelektual yang rendah.
“Peserta didik yang memiliki prestasi akademik kurang baik biasanya didominasi oleh usaha yang sangat minimal dalam proses pembelajaran,” tegasnya
Prestasi akademik ini berkaitan banyak dengan aspek-aspek motivasi psikologis mereka seperti self efficacy. Self efficacy menandakan bahwa mereka mampu dan yakin akan potensi yang mereka miliki dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.
“Hal ini tentunya menjadi sebuah strategi tersendiri bagi guru dalam memberikan suatu tugas. Tugas yang baik adalah dimulai secara perlahan dari yang mudah dahulu, lalu berlanjut semakin sulit. Jika peserta didik memiliki self efficacy yang rendah sedangkan tugas yang diberikan sulit, tentu ini akan mempengaruhi prestasi dia ke depannya,” imbuhnya.
Guru sebagai tenaga pendidik harus bisa menciptakan situasi belajar yang kondusif dengan membangun karakter siswa. Guru diharapkan mampu membantu peserta didik dalam merumuskan berbagai bentuk tujuan belajar yang ada, sehingga motivasi belajar peserta didik dapat semakin meningkat dan prestasi akademik juga turut meningkat.
Pewarta: Muhammad Daffa Pradana – Internship Humas UM
Editor: Luthfi Maulida Rochmah
