Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (SPs UM) mencatatkan capaian penting dalam penguatan kualitas pendidikan nasional dengan meluluskan 4.938 guru pada Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kementerian Agama Batch 2 dan Batch 4 yang diselenggarakan secara daring, Kamis (29/5). Keberhasilan ribuan guru dari berbagai daerah tersebut menjadi momentum strategis dalam mencetak pendidik profesional sekaligus mempercepat transformasi pendidikan madrasah di Indonesia.

Para peserta yang dinyatakan lulus berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Mereka juga mewakili beragam bidang keilmuan, seperti sosial, bahasa, sains, olahraga, seni, teknik, dan vokasi.

Keberhasilan ribuan guru tersebut tidak hanya menandai selesainya proses pendidikan profesi, tetapi juga memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Melalui Program PPG, para guru memperoleh penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran berkualitas bagi peserta didik.

Direktur SPs UM, Prof. Syamsul Bachri, M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada UM sebagai penyelenggara Program PPG.

“Kepercayaan dari Kementerian Agama merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Universitas Negeri Malang untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu guru Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Prof. Syamsul, kelulusan PPG bukanlah garis akhir perjalanan akademik seorang guru. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi awal dari tanggung jawab profesional yang lebih besar dalam mendidik generasi bangsa.

“Guru profesional tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mendidik dengan hati, membimbing melalui keteladanan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.

Menurut Prof. Syamsul, kelulusan PPG bukanlah garis akhir perjalanan akademik seorang guru.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UM, Dr. Muhammad Alfan, M.Pd., menilai keberhasilan para peserta merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dosen, guru pamong, tenaga administrasi, hingga tim penyelenggara.

“Yudisium ini bukan sekadar penanda kelulusan administratif, melainkan penegasan komitmen profesional para guru. Kami berharap lulusan PPG Kementerian Agama Batch 2 dan Batch 4 kembali ke satuan pendidikan masing-masing dengan semangat baru serta membawa praktik pembelajaran yang lebih reflektif, adaptif, humanis, dan berdampak bagi peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan, Program Studi PPG UM akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru melalui peningkatan layanan akademik, pendampingan pembelajaran, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, para dosen, guru pamong, koordinator, admin, dan seluruh tim yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga lulusan PPG UM mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat mutu pendidikan Indonesia,” tambahnya.

Pelaksanaan yudisium secara daring juga menunjukkan adaptasi institusi pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital. Model penyelenggaraan ini memungkinkan ribuan peserta dari berbagai wilayah mengikuti prosesi akademik secara efektif, efisien, dan inklusif tanpa terkendala jarak geografis.

Lebih dari sekadar seremoni akademik, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Guru-guru yang telah menyelesaikan Program PPG diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun lingkungan belajar yang menyenangkan dan berkarakter. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Komitmen UM dalam menyelenggarakan Program PPG juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, UM turut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bermutu dan mendorong terwujudnya pembelajaran yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it