Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
UM turut melaksanakan Program SIMANJA Tanggap Bencana, yang berfokus pada percepatan respons kesehatan darurat melalui sistem komunikasi low-tech  yang tetap dapat berfungsi meskipun infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan.

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) mengirimkan tim relawan Tanggap Darurat Bencana (TDB) ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari, terhitung pada 20–29 Desember, dengan menyesuaikan kebutuhan lapangan serta tahapan pemulihan awal masyarakat terdampak bencana.

Tim relawan dipimpin oleh Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes., selaku Ketua Tim TDB UM Ia menyampaikan bahwa kehadiran UM di wilayah terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik perguruan tinggi untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat.

“Keikutsertaan UM dalam kegiatan ini dilandasi oleh komitmen Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami hadir untuk mendukung penanganan darurat serta pemulihan pasca bencana yang berbasis keilmuan dan nilai kemanusiaan,” ujar Dr. Yunus.

Sebanyak 15 relawan diberangkatkan dalam satu tim terpadu yang terdiri atas dokter, bidan, perawat, serta mahasiswa lintas fakultas. Dalam pelaksanaannya, UM berkolaborasi dengan PMI Kota Malang  untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Selain itu, selama berada di Kabupaten Agam, tim UM juga menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP), Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, serta Universitas Baiturrahmah.

Dr. Yunus menjelaskan bahwa peran relawan meliputi asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan dasar, dukungan psikososial, edukasi kebencanaan, pengelolaan logistik, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal. Kegiatan pengabdian ini juga mencakup pendampingan masyarakat, pemulihan aktivitas komunitas, edukasi kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kapasitas lokal.

Dalam kegiatan tersebut, UM turut melaksanakan Program SIMANJA Tanggap Bencana, yang berfokus pada percepatan respons kesehatan darurat melalui sistem komunikasi low-tech  yang tetap dapat berfungsi meskipun infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan. Program ini diarahkan untuk mempercepat rujukan kasus kritis, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader lokal, memperkuat koordinasi layanan kesehatan, menurunkan risiko kesakitan dan kematian, serta mendukung penguatan sistem kesehatan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong pemulihan masyarakat yang lebih cepat, berdaya, dan tangguh, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penanggulangan bencana yang berkelanjutan,” tutur Dr.. Yunus.

Pewarta: Rimala Maulina – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it