Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang — Teater Hampa Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) XII 2026 di Gedung Sasana Krida UM, Selasa–Kamis (21–23/4). Ajang dua tahunan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus kritik sosial melalui seni pertunjukan, dengan menghadirkan 10 komunitas teater kampus dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak sekadar panggung hiburan, Festamasio XII menegaskan peran seni sebagai medium refleksi atas persoalan ekologi sosial yang hingga kini belum tuntas. Tema tersebut diangkat untuk mengingatkan publik terhadap relasi antara manusia, lingkungan, dan ketimpangan sosial yang masih menjadi tantangan bersama.

Ketua Umum Teater Hampa sekaligus Ketua Pelaksana Festamasio XII, Shodikin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas kampus. “Festamasio hadir untuk membuka ruang diskusi, tukar pikiran, serta mempererat hubungan antar komunitas teater,” ujarnya.

Sepuluh perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam Festamasio XII meliputi Universitas Sriwijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Padjadjaran, Universitas Pamulang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Lebih jauh, Shodikin menjelaskan bahwa pemilihan tema ekologi sosial dilatarbelakangi oleh banyaknya persoalan yang belum terselesaikan. “Pemilihan tema ini didasarkan pada peninjauan kembali kasus-kasus ekologi sosial yang sudah lama ada, tetapi belum sepenuhnya selesai,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Festamasio XII dimulai sejak Jumat (17/04) melalui proses pendaftaran dan kurasi karya. Kedatangan peserta disambut dengan agenda ramah tamah serta presentasi budaya daerah, termasuk penyajian makanan khas masing-masing. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Direktorat Kemahasiswaan UM, sebelum memasuki agenda inti berupa pementasan teater.

Selain pertunjukan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah workshop yang membahas keaktoran, penyutradaraan, hingga manajemen produksi. Para narasumber yang dihadirkan antara lain Musthofa Kamal, Iswadi Pratama, dan Aik Vela Pratisca, yang merupakan praktisi teater berpengalaman.

Antusiasme publik terlihat dari tingginya jumlah penonton yang hadir. Dalam setiap pementasan, sekitar 100 penonton memenuhi Gedung Sasana Krida. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya terbuka bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat umum.

Shodikin berharap kegiatan ini mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni teater. “Saya harap masyarakat, khususnya warga Kota Malang, dapat menikmati sajian kami, mengenal Festamasio lebih dekat, serta menambah wawasan di bidang seni teater,” tuturnya.

Secara lebih luas, Festamasio XII juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui seni teater, mahasiswa didorong untuk menghadirkan kesadaran kritis sekaligus solusi kreatif terhadap isu lingkungan dan sosial.

Pewarta: Zahra Medina Nur Alia – Internship Humas UM

Share it