Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Fokus belajar: Tendik UM tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar meningkatkan kemampuan bahasa inggris bersama dengan Balai Bahasa UM

Malang – Tenaga kependidikan (tendik) Universitas Negeri Malang (UM) meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui English Camp (Speaking and Writing in Professional Environment). Kegiatan yang diselenggarakan UPT Balai Bahasa UM ini berlangsung pada Selasa-Senin (19–25/8) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19, Ruang 603. Sebanyak 24 tendik UM mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi lisan dan tulisan sebagai upaya mendukung interaksi global antar sivitas akademika dan internasionalisasi.

“Kami mengadakan kelas ini agar seluruh sivitas UM, termasuk tendik, mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik secara spoken maupun written. Ini penting agar mereka siap menghadapi berbagai tipe mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional,” ujar Miss Debin sebagai mentor sekaligus koordinator kelas pelatihan.

Pelatihan yang diikumenjadi program tahunan UPT Balai Bahasa ini memfokuskan pembelajaran pada dua basic skills yaitu, speaking dan writing. Pada bagian speaking peserta dilatih kemampuan sapaan atau salam (greeting), meminta informasi, dan percakapan dasar yang umum ditemui saat berinteraksi dengan tamu atau mahasiswa asing. Pada bagian writing, materi diarahkan pada produksi dokumen formal seperti surat dan pengumuman yang mendukung kebutuhan administrasi dan komunikasi internasional kampus.

Tak hanya itu, Miss Debin menjelaskan pula tujuan program secara ringkas, “Ekspektasinya agar sivitas UM dapat berbahasa Inggris secara global sehingga memiliki dasar untuk berinteraksi dan memahami struktur dasar bahasa Inggris.” Ia menambahkan bahwa topik pelatihan berganti tiap tahun, pada tahun lalu fokus pelatihan pada TOEFL atau testing, sedangkan tahun ini fokus pada speaking dan writing. Kedepan akan dilakukan pengembangan topik yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, sejumlah kebijakan diterapkan untuk menjangkau pemerataan peserta. Pendaftaran mengikuti kebijakan departemen masing-masing dengan kemungkinan pembatasan kuota dan prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah mengikuti agar kesempatan mendapatkan pengalaman belajar tersebar merata. Peserta yang pernah ikut tetap boleh mendaftar kembali, namun pengelola menekankan bagi yang belum pernah ikut terlebih dahulu demi pemerataan akses pembelajaran.

Kemudian, tantangan pembelajaran muncul dari rentang usia dan tingkat kemampuan yang beragam —mulai 30-an hingga 50-an tahun— serta keraguan diri di kalangan peserta. Untuk mengatasi hal ini, pengajar menerapkan pendekatan aktif; berkeliling kelas (walking around), memberikan bantuan individual, dan memfasilitasi latihan percakapan agar setiap peserta terdorong maju.

“Jangan berhenti belajar — don’t stop learning — karena kemajuan UM bergantung pada kemajuan sivitasnya,” tambah Miss Debin diakhir wawancaranya bersama dengan Tim Humas UM.

Program ini diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) UM. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya SDG 4: Quality Education dan berkontribusi terhadap penguatan SDM dalam mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.

Program Pelatihan Speaking and Writing in Professional Environment ini menjadi bagian strategi UPT Balai Bahasa UM untuk mendorong UM menuju kampus yang lebih inklusif dan berdaya saing internasional.

Pewarta: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it