Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Sebuah langkah yang revolusioner dalam mempersiapkan insinyur masa depan, Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) mengusulkan pendirian Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Aktualisasi rencana tersebut, FT UM menggelar Persiapan Usulan Program Profesi Insinyur pada Rabu (28/02) yang bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 Lantai 9. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Wakil Dekan I FT UM Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., Ketua Komite Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEK) Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M. Tech., IPU, ASEAN Eng., Sekretaris Jenderal PPI Pusat Ir. Bambang Goeritno, M.Sc., MPA., IPU., dan Direktur Kelembagaan Dikti Dr. Lukman, S.T., M.Hum.

Pembukaan PSPPI bertujuan untuk memberikan pendidikan yang komprehensif dan aplikatif untuk mempersiapkan lulusan dalam memasuki dunia profesional dengan keterampilan yang relevan dan mendalam.

Menanggapi rencana pembukaan PSPPI, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. merespon dengan positif. “UM berupaya memberikan pengetahuan yang mendalam dan keterampilan praktis kepada calon insinyur untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat sebagai implementasi menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi persaingan di pasar kerja yang semakin sengit dan dinamis,” ungkap Rektor UM tersebut.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan profesionalisme dan tanggung jawab bagi calon insinyur.  “Melalui PSPPI, kami ingin mencetak insinyur yang tidak hanya memiliki pengetahuan keilmuan yang kuat, tetapi juga keterampilan profesional yang tangguh dan pemahaman mendalam tentang etika dan tanggung jawab sosial dalam profesi insinyur,” sambung Prof. Hariyono.

Sementara itu, Ketua Komite Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEK) Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M. Tech., IPU, ASEAN Eng. menyampaikan urgensi pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur di UM. “Idealnya populasi insinyur menurut UNESCO adalah 1:2000, jika Indonesia berpenduduk 260.000.000-270.000.000, maka seharusnya Indonesia memiliki 135.000 insinyur untuk bisa menjadi negara maju. Kini UM sedang bersiap untuk mewujudkan itu,” paparnya. 

Diharapkan program ini akan menjadi awalan yang baik dalam pendidikan insinyur di Indonesia, menciptakan lulusan yang siap dan mampu bersaing di pasar kerja global yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat. 

“Dengan pembukaan profesi insinyur di UM, sedikit banyak akan membantu menyelesaikan masalah yang kompleks dan menerapkan solusi inovatif dalam konteks dunia nyata di masyarakat,” ungkap Prof. Misri. 

Pengusulan PSPPI di UM kini menunggu persetujuan dari pihak LAMTEK. Jika sesuai dengan rencana, FT UM akan segera memulai persiapan untuk menerima mahasiswa pertama dalam program ini, membuka pintu bagi generasi baru insinyur yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kompetensi yang luar biasa.

Pewarta: Paundra Wangsa Fajar Kusuma – Internship Humas UM

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it