
Pamekasan – Pulau Madura dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang kental dengan tradisi religius. Jumlah pondok pesantren di kawasan ini menjadikannya salah satu pusat pendidikan agama terbesar di Jawa Timur. Salah satu pesantren yang menonjol adalah Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gunung Sari di Pamekasan, yang diasuh oleh KH. A. Kholil Muhammad. Pesantren ini unggul dalam pembelajaran shalawat, i’dadiyah, dan tafsir kitab kuning.
Namun, tantangan di era digital membuat santri di pesantren ini perlu meningkatkan literasi teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi Program Insan Berdaya. Program ini bertujuan membekali santri dengan pengetahuan moderasi beragama serta keterampilan soft skill untuk menghadapi tantangan global.
Kegiatan pengabdian berlangsung pada Sabtu-Minggu, 10-11 Mei 2025, melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan alumni UM. Tim ini dipimpin oleh Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I., dosen Departemen Sastra Arab dengan keahlian di bidang Dirasah Islamiyah. Anggota tim meliputi Fina Kharisma Musallamah, S.Pd. (Pendidikan Biologi), Ainur Rahman (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Tsania Khoirunnisa, S.Pd. (Pendidikan Bahasa Arab).
Hari pertama kegiatan terdiri dari tiga sesi, diikuti oleh 36 santri madrasah aliyah serta 13 asatidz dan pengurus pesantren. Prof. Yusuf menyampaikan materi tentang moderasi beragama, diikuti Ainur Rahman dengan pengenalan artificial intelligence, serta Fina dan Tsania yang membahas dunia karir. Pada hari kedua, Muhammad Aslam Bahris, S.Pd., alumni Pendidikan Teknik Informatika UM, memimpin pelatihan desain grafis yang diikuti 25 santri dan 5 asatidz. Berpengalaman lebih dari lima tahun, Aslam membimbing peserta menciptakan proyek desain yang kreatif.
Santri menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. “Kami senang mengikuti program ini dan mendapatkan banyak ilmu baru. Pematerinya ramah, dan tim pengabdian sangat membantu,” ujar Fathimah, salah satu peserta. Sebagai apresiasi, peserta aktif mendapat hadiah dari tim pengabdian.
Hasil pengabdian ini memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan keterampilan santri. Beberapa santri yang akan lulus berencana melanjutkan pendidikan atau mengabdi di pesantren. Program ini sekaligus mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan mempersiapkan generasi santri yang kompeten untuk berkontribusi dalam masyarakat.
Pewarta: Tsania Khoirunnisa – Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
