
Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali melahirkan inovasi pembelajaran digital. Melalui tim penelitinya, UM mengembangkan MOOC Gamification Content for Digital Literacy and Multidisciplinary Learning Environments—sebuah produk adaptif dan kreatif dalam mata kuliah animasi yang dirancang untuk memperkuat literasi digital mahasiswa sekaligus mendorong pembelajaran lintas disiplin.
“Penelitian ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan konten pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) dengan elemen gamifikasi. Pendekatan ini meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam belajar, menjadikan MOOC tidak sekadar media pembelajaran, tetapi juga produk adaptif dan kreatif,” jelas Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd., selaku ketua peneliti.
Lebih lanjut, Abdul Rahman menuturkan bahwa fokus utama penelitian ini ialah menciptakan konten pembelajaran yang mendukung literasi digital sekaligus memperkuat lingkungan belajar multidisipliner. “Bidang animasi membutuhkan kolaborasi berbagai keilmuan seperti storytelling, teknologi digital, desain grafis, hingga kewirausahaan kreatif. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memperkaya pengalaman belajar mereka,” imbuhnya.
Penelitian ini melibatkan dosen, ahli teknologi pendidikan, serta praktisi animasi dalam merancang modul interaktif dengan fitur gamifikasi seperti poin, tantangan, leaderboard, dan real-time feedback. Selain menyenangkan dan kompetitif, konten ini responsif terhadap berbagai perangkat digital sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja—mendukung fleksibilitas belajar di era Society 5.0.
Didanai oleh sumber Non-APBN Universitas Negeri Malang tahun 2025 dengan nomor kontrak 24.2.409/UN32.14.1/LT/2025, penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif. Penelitian yang berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2025 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas.
“Dengan dukungan teknologi gamification dan MOOC, kami berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di era Society 5.0 serta berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas,” pungkas Abdul Rahman.
Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
