Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Peserta dengan praktisi menggunakan program Massive Open Online Course (MOOC) untuk pembelajaran tentang produksi kopi

Malang – Dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) pada platform Massive Open Online Course (MOOC), Universitas Negeri Malang (UM) semakin optimis memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat jangkauan pendidikan digital yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas.

Pengembangan konten MOOC AR yang berlangsung dari Mei hingga November 2024 ini berfokus pada pemanfaatan media AR sebagai alat pembelajaran interaktif. Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd., Ketua kegiatan, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kebutuhan akan media pembelajaran yang mampu menjangkau audiens luas, termasuk masyarakat pedesaan. “Kami yakin, teknologi AR yang mudah diakses melalui MOOC akan mempersiapkan pendidik dan siswa menghadapi tantangan era digital,” jelasnya.

Kursus ini dirancang menggunakan pendekatan multi-bahasa agar lebih inklusif dan dapat diakses oleh peserta global dari beragam latar belakang. Dalam proses penyusunan kontennya, tim pengembang juga mengadopsi metode Rapid Rural Appraisal (RRA) untuk mengidentifikasi tantangan pendidikan di wilayah terpencil. Dengan metode ini, informasi terkait kebutuhan pendidikan di pedesaan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum digital, memastikan kursus relevan dan bermanfaat bagi masyarakat dengan berbagai konteks sosial dan geografis.

Kehadiran MOOC AR diharapkan tidak hanya sebagai solusi pendidikan jarak jauh, tetapi juga sebagai media pembelajaran visual yang menarik. Teknologi AR memungkinkan siswa untuk menyimak simulasi visual interaktif, memudahkan mereka memahami konsep-konsep yang kompleks secara praktis.

Menurut Abdul Rahman, UM berkomitmen untuk mendorong terciptanya akses pendidikan berkualitas yang setara bagi semua orang. “Kami menargetkan agar hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah sulit dijangkau, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ujarnya optimis.

Program ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di tingkat global.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it