Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Pretoria – Memperluas jejaring akademik di tingkat internasional, Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berdaya saing global melalui kerja sama strategis dengan University of South Africa (UNISA). Kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan bilateral pada Senin (22/6) tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, tetapi juga membuka peluang riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga penyelenggaraan konferensi internasional yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi langkah nyata UM dalam memperluas kemitraan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan riset, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat global. Kerja sama ini difokuskan pada implementasi SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Delegasi UM dipimpin langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd didampingi Wakil Rektor II, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., Wakil Rektor III, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si Direktur Kantor Urusan Internasional Dr. Sari Karmina, serta Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial, Abdul Kodir, S.Sosio, M.Sosio.

Sementara itu, delegasi UNISA dipimpin oleh Prof. Boitumelo Senokoane selaku Acting Executive Director, Department of Institutional Advancement. Turut hadir jajaran pimpinan strategis UNISA yang membidangi pengembangan institusi, riset, inovasi, keberlanjutan, internasionalisasi, hingga keuangan. Kehadiran para pemangku kepentingan dari kedua universitas menunjukkan keseriusan dalam membangun kemitraan jangka panjang yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi berhasil menyepakati empat program kerja sama strategis yang akan menjadi fondasi kolaborasi ke depan.

Kesepakatan pertama adalah pelaksanaan matching grant untuk riset energi terbarukan. Melalui skema pendanaan bersama ini, UM dan UNISA akan mendorong lahirnya penelitian kolaboratif yang menghasilkan inovasi teknologi ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas riset internasional, memperluas publikasi bereputasi, serta menghadirkan solusi ilmiah terhadap tantangan energi global.

Kerja sama kedua berfokus pada mobilitas mahasiswa internasional. Sebagai implementasi awal, UNISA akan mengirimkan dua mahasiswa Fakultas Ekonomi untuk mengikuti program student exchange di UM. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas budaya, meningkatkan kompetensi akademik, memperluas jejaring internasional, serta memperkuat kemampuan komunikasi dalam lingkungan global.

Selain mobilitas mahasiswa, kedua universitas juga menyepakati program pertukaran dosen melalui skema faculty member exchange. Melalui program ini, dosen dari kedua institusi akan saling mengajar pada kelas internasional sekaligus berperan sebagai external examiner. Kolaborasi tersebut diyakini mampu meningkatkan mutu pembelajaran, memperkaya perspektif akademik, memperkuat kolaborasi penelitian, serta meningkatkan kualitas penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Kesepakatan strategis lainnya adalah penyelenggaraan Joint Conference on Climate Change yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Durban, Afrika Selatan. Konferensi internasional ini akan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta menghasilkan rekomendasi ilmiah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kolaborasi UM dan UNISA diharapkan tidak hanya menghasilkan kerja sama administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas lulusan, penguatan inovasi riset, serta terbukanya peluang kolaborasi internasional yang lebih luas. Sinergi lintas benua ini sekaligus memperkuat posisi UM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it