
Malang – Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) menjadi saksi penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1446 H pada Senin (31/3), yang dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor III, serta sivitas akademika dan masyarakat sekitar. UM menjadikan momen ini sebagai ajang refleksi spiritual dan penguatan silaturahmi dalam suasana penuh kebersamaan.
Sebelum pelaksanaan shalat, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran jamaah. Ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar hari kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual yang telah diperoleh selama Ramadan. “Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi Ramadan tidak boleh berhenti setelah bulan suci berakhir. “Nilai-nilai Ramadan harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Puasa mengajarkan kita untuk tidak mengajarkan kekerasan dan memperkuat kepedulian sosial,” tambahnya.
Agenda inti kegiatan ini adalah pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang dipimpin oleh Dr. Drs. Moh. Khasairi, M.Pd., dosen Fakultas Sastra UM. Dalam khutbahnya, ia menyoroti pentingnya Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi. “Idul Fitri adalah waktu untuk saling memaafkan. Kesalahan, baik besar maupun kecil, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk memperbaiki hubungan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, doa dipanjatkan agar seluruh jamaah dapat terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat, dengan menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, serta penguatan ikatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Trisna Marsadi – Internship Humas UM
Foto: Muhammad Ghifariansyah – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
