
Malang. Hadirnya kurikulum prototipe sebagai alternatif yang ditawarkan pemerintah untuk menyikapi masa pandemi perlu dipersiapkan agar dapat diimplementasikan secara matang. Sejalan dengan kondisi tersebut, Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan workshop bertajuk “Peran Penting Guru BK dalam Kurikulum Prototipe” sekaligus sosialisasi seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Negeri Malang tahun akademik 2022/2023. Acara berlangsung pada Kamis (14/04) melalui zoom meeting dan youtube. Dihadiri oleh guru BK SMA/MA/SMK se-Malang Raya, acara ini mengundang dua narasumber yaitu Agus Purnomo, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sub Direktorat Seleksi, Mobilitas Mahasiswa MBKM dan Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd., selaku Sekretaris Departemen Bimbingan dan Konseling FIP UM. Acara dimoderatori oleh Dra. Komariyah selaku Kepala Subdit Humas dan Kemitraan dengan pembawa acara Ifa Nursanti, S.AP. selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan workshop ini sangat penting diikuti oleh bapak/ibu yang berprofesi sebagai guru BK terlebih guru BK mempunyai peran strategis dalam menyukseskan peserta didik. “Kedudukan guru BK sangat strategis yang mana perannya membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan dikomandoi oleh kurikulum yang berlaku. Selain itu peran guru BK adalah menyalurkan bakat dan minat peserta didik serta mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perkuliahan,” jelas Wakil Rektor IV..
Lebih lanjut, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menyampaikan amanah kepada bapak/ibu BK untuk disampaikan ke peserta didik masing-masing bahwa UM mempunyai banyak prodi. Bukan hanya mengembangkan prodi kependidikan tetapi juga non kependidikan. Hal ini penting untuk disampaikan ke peserta didik yang ingin melanjutkan perkuliahan.
Memasuki sesi penyampaian materi, Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd menjelaskan mengenai peran strategis guru BK dalam kurikulum prototipe. Beliau memaparkan bahwa implementasi dalam layanan BK berupa paradigma berpusat pada siswa, materi kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, strategi layanan HOTS dan kolaboratif, dan media layanan beragam. “Diperlukan kerja sama dengan melibatkan orang tua, guru bidang studi/wali kelas, dan masyarakat karena ini merupakan ekosistem pendidikan. Hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri karena sifatnya berkelanjutan. Maka dari itu penting untuk mengkolaborasikan akademik siswa untuk mendapatkan generasi maju yang diharapkan unggul dari sisi akademiknya juga kepribadiannya yang berkarakter Pancasila,” papar Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd.
Selanjutnya acara disi dengan sosialisasi seleksi penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Agus Purnomo, S.Pd, M.Pd. Beliau menyampaikan alasan mengapa UM menjadi perguruan tinggi yang patut dipilih. “Kuliah bermutu dan lulus tepat waktu. UM memiliki reputasi baik dalam skala nasional maupun internasional. UM masuk ke jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia klaster 1, terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, berstatus PTN-BH, beberapa prodi memiliki sertifikasi internasional AUN-QA dan AQAS, dan masih banyak penghargaan yang diraih oleh UM. Baru-baru ini UM mendapatkan peringkat 1 nasional Scimago Institutions Rankings (SIR) 2022 untuk subjek Pendidikan.”
Agus Purnomo, S.Pd, M.Pd., menambahkan bahwa UM menerapkan kurikulum berbasis kehidupan dengan fasilitas pembelajaran berstandar nasional dan sistem pembelajaran daring yang sudah terintegrasi dengan SIPEJAR. Selain itu peluang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa banyak serta layanan ikatan UM dan Job Fair yang membantu mahasiswa mendapatkan pekerjaan setelah lulus perkuliahan.
pada kesempatan tersebut juga dipaparkan mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru, UM yang memiliki tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri. “Untuk seleksi mandiri memiliki lima jalur yaitu jalur mandiri prestasi, mandiri portofolio (nilai rapor), mandiri skor UTBK, mandiri Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) – UM, dan mandiri kemitraan institusi. Strategi agar dapat diterima UM adalah memahami karakteristik tiap jalur seleksi karena masing-masing memiliki skema yang berbeda. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengakses website seleksi.um.ac.id atau menghubungi kontak Sub Direktorat, Mobilitas, dan PDDikti, Direktorat Akademik UM,” pungkas Kepala Sub Direktorat Seleksi, Mobilitas Mahasiswa MBKM mengakhiri pemaparan materi.
Pewarta: Novita Eka Andriyana – Internship Humas UM
Editor : Nike V. Yuarko


